10.000 Warteg di DKI Hengkang ke Bodetabek, Ini 4 Faktanya

Rani Hardjanti, Jurnalis · Jum'at 13 November 2020 12:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 13 320 2308957 10-000-warteg-di-dki-hengkang-ke-bodetabek-ini-4-faktanya-ePxQG8plk4.jpg Warteg (Foto: Okezone)

JAKARTA - 10.000 Pengusaha Warteg angkat kaki dari Jakarta. Mereka terimbas pademi covid-19.

Ketua Koordinator Komunitas Warung Tegal Nusantara (Kowantara) Mukroni mengatakan, sebanyak 10.000 pengusaha warteg yang semula berjualan di kawasan Jakarta akhirnya memutuskan untuk pindah lokasi berdagang ke kawasan Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek).

Baca Juga: 10.000 Pengusaha Warteg Minggat dari Jakarta

Berikut ini fakta-fakta dari hengkangnya pengusaha warteg dari Ibu Kota, seperti dirangkum Okezone,

Jumat (13/11/2020).

1. Tak Sanggup Biaya Sewa

Sebanyak 10.000 pengusaha warteg minggat dari wilayah Ibu Kota lantaran tak lagi sanggup membayar sewa tempat berjualan.

2. Tidak Semua Pengusaha Warteg

Jumlah pedagang warteg di Jabodetabek ada 40.000. Lalu sekitar 25% atau 10.000 pedagang yang berjualan di Jakarta memutuskan untuk pindah ke Bodetabek karena mencari harga sewa kontrakan yang lebih murah

3. Harga Sewa Mencekik

Harga sewa kontrakan untuk mereka berjualan di Jakarta itu tarifnya cukup mencekik para pedagang. Rata-rata kontrakan di Ibu Kota untuk berdagang itu harganya kisaran Rp100 juta per tahun.

4. Terpaksa Gulung Tikar

penyebab utama para pedagang di Jakarta itu pindah dan ada yang bebeberapa gulung tikar karena adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan banyaknya kantor yang tutup.

"Penyebabnya karena adanya PSBB pada bulan April dan kantor-kantor juga pada tutup, sehingga yang biasanya pegawai makan di warteg, sekarang tidak ada," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini