Jokowi Tagih Komitmen Pengusaha Dampingi 2 Juta Petani Swadaya

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 18 November 2020 10:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 18 320 2311498 jokowi-tagih-komitmen-pengusaha-dampingi-2-juta-petani-swadaya-rbwiOfO54o.jpg Jokowi (Foto: Okezone)

JAKARTA-  Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi upaya Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pendampingan pada satu juta petani swadaya.

Langkah tersebut merupakan komitmen Kadin untuk membantu pemerintah memulihkan perekonomian di sektor mikro dari dampak pandemi covid-19.

"Saya minta Kadin untuk memberikan pendampingan pada satu juta petani swadaya. Saya mendengar di awal tahun 2020 sudah dilakukan, dan saya menunggu komitmen pendampingan dua juta petani swadaya pada tahun 2023," ujar Jokowi dalam video virtual, Rabu (18/11/2020).

Presiden dengan tegas mendukung berbagai upaya inisiatif kolaboratif yang melibatkan petani, koperasi, perbankan, dan juga perusahaan pembina (off taker). Jokowi pun optimistis Kadin mampu mencapai target pendampingan dua juta petani swadaya pada 2023 mendatang.

"Saya sangat berharap model bisnis kolaboratif yang inkkusif ini bisa mendongkrak sektor pangan sebagai kekuatan ekonomi baru yang membuka lebih banyak lapangan kerja dan menjadi sumber kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia," tuturnya.

Menurut Jokowi, langkah Kadin mendampingi petani swadaya merupakan sebuah lompatan dan sebagai cara baru dengan skala produksi yang lebih besar dan dengan peran sentral korporasi petani. Langkah ini mengedepankan nilai tambah di tahap on farm maupun off farm.

 

Tak lupa, Presiden juga mengingatkan agar pendampingan kepada para petani swadaya tersebut dibarengi dengan adaptasi teknologi modern yang efisien dan produktif. Tujuannya, agar dapat memberikan kesejahteraan yang lebih baik pada para petani dan sektor-sektor pendukungnya.

"Saya berharap para pengusaha yang tergabung di Kadin menjadi bagian dalam cara-cara baru ini. Inisiatif Kadin berupa skema inclusive closed loop perlu untuk terus dikembangkan. Terutama dalam mengembangkan kemitraan antarpemangku kepentingan yang saling menguntungkan, dari hulu sampai di hilir," imbuhnya.

Presiden meminta agar beberapa inisiatif kolaborasi seperti hortikultura di Garut dan industri minyak sawit di berbagai daerah perlu diperbarui agar produktivitas dan nilai tambah bagi petani semakin meningkat.

"Langkah tersebut juga perlu direplikasi ke daerah-daerah lain guna meningkatkan kesejahteraan para petani," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini