Hilal Pemulihan Ekonomi Indonesia Terlihat, Bisa Keluar dari Resesi?

Aditya Pratama, Jurnalis · Selasa 24 November 2020 12:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 24 320 2315124 hilal-pemulihan-ekonomi-indonesia-terlihat-bisa-keluar-dari-resesi-JNK8smGqG4.jpg Ekonomi RI (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso menyebut bahwa sinyal pemulihan ekonomi global sudah mulai terlihat dalam beberapa waktu terakhir. Hal tersebut didasari revisi proyeksi International Monetary Fund (IMF) yang menyebut akan ada pertumbuhan ekonomi dan perbaikan ekonomi di Amerika Serikat dan China.

Tidak hanya di global, tanda-tanda pemulihan ekonomi nasional pun perlahan mulai memperlihatkan adanya perbaikan, seperti PDB Indonesia tumbuh di kuartal III-2020 dan Purchasing Manager Index (PMI) Manufaktur yang naik tipis di Oktober 2020.

"Indikator Purchasing Manager Index (PMI) juga mengalami peningkatan dan di Indonesia PMI pada Oktober 2020 mengalami perbaikan dari 47,2 ke 47,8. Memang kecil, ini menjadi catatan kita dan juga kalau kita lihat berbagai perekonomian dunia juga mengalami perbaikan," ujar Wimboh dalam acara CEO Networking 2020 secara virtual, Selasa (24/11/2020).

Baca Juga: Ekonomi RI Terkontraksi, Stafsus Menkeu: Tak Semua Aktivitas Berjalan Normal

Data kenaikan juga terlihat dari inflasi di Oktober 2020 di angka 0,07 setelah pada Juli dan September mengalami deflasi. Selain itu terdapat peningkatan penjualan kendaraan bermotor secara month to month sebesar 20% yaitu September 2020 tercatat 380.000 unit dari Agustus 2029 sebanyak 317.000 unit, perbaikan indeks penjualan eceran membaik dari Agustus 2020 -9,2% menjadi -8,7% di September 2020 dan akselerasi belanja pemerintah khususnya dalam realisasi program pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebesar Rp376,1 triliun hingga 4 November 2020.

"Tapi secara global maupun domestik sudah dapat dikatakan bahwa ada tanda-tanda perbaikan, tinggal bagaimana kita mengekor dan mempercepat perbaikan ini sehingga menjadi proses recovery yang lebih cepat," katanya.

Dia juga menyebut bahwa struktur ekonomi Indonesia berbeda dengan negara lainnya, dimana Indonesia yang merupakan negara kepulauan lebih banyak didukung oleh domestic demand sehingga mempunyai kemungkinan dan mempunyai kesempatan untuk pemulihan ekonomi lebih cepat, meskipun secara global mungkin pemulihan perdagangan dunia belum diketahui kapan akan terjadi.

"Tapi paling tidak kita bisa menstimulasi pertumbuhan ini dari domestik. Kebetulan sumber pertumbuhan ekonomi kita yang berasal dari ekspor tidak terlalu dominan sehingga ini lah kesempatan kita untuk meyakini bahwa kita bisa cukup tumbuh lebih gampang," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini