JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona hijau pada pembukaan perdagangan sesi I ini. Tercatat, IHSG ditutup menguat 39,48 poin atau 0,7% ke 5.718,73 atau 5.719.
Analisis PT Indo Premier Sekuritas Mino mengatakan saat ini pergerakan saham memang terus menguat tujuh kali berkali-kali. Namun penguatan itu dinilai bisa tidak sehat.
Baca juga: IHSG Terus Menguat, Naik 0,7% ke 5.719
"Karena kalau terus naik enggak sehat," kata Mino dalam Acara IDX Market Review di Jakarta, Kamis (26/11/2020)
Kata dia, perlu adanya taking profit untuk IHSG. Adapun, koreksi IHSG dinilai perlu hadir pada penutupan nanti.
Baca juga: IHSG Menguat ke 5.681 pada Bel Perdagangan
"Ini akan masih cenderung melemah dan pelemahanya bisa tipis-tipis. Closingnya bisa rendah. Ini cukup wajar ihsg mengalami kenaikan. Tapi kita perlu ada koreksi," jelasnya.
Sebagai informasi, pada pembukaan perdagangan, Kamis (26/11/2020), terdapat 161 saham menguat, 42 saham melemah dan 196 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp315,2 miliar dari 782,7 juta lembar saham yang diperdagangkan.
Indeks LQ45 naik 0,40 poin atau 0,04% ke 903,86, indeks JII naik 2,38 poin atau 0,39% ke 607,24, indeks IDX30 naik 0,082 poin atau 0,017% ke 492,40 dan indeks MNC36 turun 0,12 poin atau 0,037% ke 316,30.
Sementara itu, saham-saham yang masuk top gainers, yaitu PT Indomobil Sukses Int I Tbk (IMAS) naik Rp100 atau 8,51% ke Rp1.275, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik Rp5 atau 6,94% ke Rp77 dan saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp675 atau 6,03% ke Rp11.875.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.