BOGOR – Generasi yang saat ini terbilang besar berdasarkan populasi dan pendapatan income adalah generasi milenial. Generasi ini pun akhirnya menjadi target dari bank.
Milenial telah menjadi subjek informasi yang salah terkait dengan literasi keuangan, kebiasaan belanja, dan brand loyalty. Pada kenyataannya, mereka menghadapi berbagai pencapaian finansial dan menyesuaikan produk secara langsung dengan beragam kebutuhan mereka. Hal tersebut dapat membantu bank memanfaatkan sepenuhnya peluang yang disajikan dengan melayani kaum milenial.
Baca Juga: Banyak Proyek Gunakan Konsultan Asing, Megawati: Kasih Kesempatan Anak Muda Kita!
Business Insider Intelligence membuat survei eksklusif untuk milenial di Amerika Serikan (AS) melalui layanan Master Your Money: Learn & Play Survey. Hasil survei tersebut mengungkapkan, milenial dapat digunakan bank dan penyedia layanan keuangan lainnya untuk membangun produk yang ditargetkan disesuaikan untuk grup.
”Data kami menyoroti tiga area yang menghalangi kesehatan finansial generasi ini: utang, kesulitan menabung, dan kurangnya pendidikan finansial. Utang milenial sangat terkonsentrasi pada utang kartu kredit, utang pinjaman pelajar, dan utang mobil. Sementara itu, pertumbuhan pendapatan rendah dan beban utang yang tinggi membuat mereka lebih sulit menabung,” dikutip dari Business Insider, Selasa (01/12/2020).
Dalam The Millennial Financial Health Report, Business Insider Intelligence mengidentifikasi strategi bank dan penyedia jasa keuangan untuk menjangkau kaum milenial.
“Kami mengidentifikasi tiga sub-generasi milenial, kebutuhan dan tantangan finansial yang unik dari masing-masing, dan cara penyedia dapat memanfaatkannya,” ungkap penyedia layanan riset dan analisis tersebut.
Berikut beberapa poin penting dari laporan tersebut.
1. Milenial diperkirakan sebagai populasi terbesar, khususnya di AS. Dengan kebutuhan finansial yang berbeda-beda, menyulitkan bank untuk memanfaatkan dan melayani mereka secara penuh.
2. Milenial sering diperlakukan seperti kelompok yang homogen. Namun, mereka bisa dapat dibagi berdasarkan usia yang menjadi subsegmen atas realitas keuangan yang berbeda. Bank perlu memahami hal tersebut agar dapat melayani pelanggan pada generasi ini secara efektif.
3. Bank perlu mengambil pendekatan perilaku di mana mereka perlu memenuhi kebutuhan konsumen secara spesifik berdasarkan tidakan generasi milenial daripada harus melayaninya secara luas.
Dari beberapa poin penting di atas, terdapat juga penjabaran secara lengkap bagaimana bank dapat menjangkau generasi milenial.
1. Menggunakan data primer untuk mengidentifikasi kebutuhan dan tantangan unik dari setiap sub-generasi milenial.
2. Menjajaki strategi yang harus dipertimbangkan bank untuk menyesuaikan penawaran dengan kebutuhan milenial untuk meningkatkan kesehatan keuangan mereka melalui alat tabungan dan memperkuat loyalitas mereka sebagai nasabah.
3. Mendukung analisis menggunakan wawancara dengan eksekutif dari penyedia incumbent.
4. Memberikan rekomendasi kepada bank tentang bagaimana cara memperoleh, melayani, dan mendorong generasi milenial untuk menumbuhkan tabungan.
5. Menyoroti strategi penting yang diambil oleh bank dan aplikasi keuangan pihak ketiga untuk menjangkau generasi ini.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.