Secara global, lonjakan kasus virus corona telah memaksa serangkaian penguncian baru, termasuk langkah-langkah ketat di negara bagian California AS dan di Jerman serta Korea Selatan.
Konsumsi bensin AS turun selama minggu liburan Thanksgiving ke level terendah dalam lebih dari 20 tahun, kata OPIS (Oil Price Information Service), karena lebih sedikit orang Amerika yang bepergian selama pandemi.
Kedua kontrak minyak naik sekitar dua persen minggu lalu setelah OPEC+, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, setuju untuk sedikit meningkatkan produksi mulai Januari tetapi melanjutkan sebagian besar pembatasan pasokan yang ada.
“Mereka tetap sedikit pelit, dalam hal pasokan selama puncak musim dingin di belahan bumi utara,” kata John Kilduff, mitra di Again Capital LLC di New York.
Capital Economics, sebuah perusahaan riset ekonomi, mengatakan dalam sebuah laporan mereka memperkirakan produksi OPEC+ akan naik kurang dari yang diizinkan perjanjian baru karena pemotongan kompensasi dan permintaan kuartal pertama yang lemah.
Setelah kesepakatan OPEC+, Morgan Stanley menaikkan perkiraan harga Brent jangka panjang menjadi 47,50 dolar AS per barel dari 45 dolar AS dan merevisi perkiraan harga jangka panjang WTI menjadi 45 dolar AS per barel dari 42,50 dolar AS.
Di tempat lain, Iran telah menginstruksikan kementerian perminyakannya untuk mempersiapkan instalasi guna produksi dan penjualan minyak mentah dengan kapasitas penuh dalam tiga bulan, kata media pemerintah pada Minggu (6/12/2020).
"Menambah tekanan pada harga minyak adalah potensi peningkatan produksi Iran dalam tiga bulan," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA. "Iran optimis AS akan melonggarkan pembatasan jika mereka kembali ke kesepakatan nuklir 2015."
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.