7 Fakta Muhammadiyah Tarik Semua Dana di Bank Syariah Indonesia, Kenapa dan Mengapa?

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 21 Desember 2020 09:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 20 320 2330934 7-fakta-muhammadiyah-tarik-semua-dana-di-bank-syariah-indonesia-kenapa-dan-mengapa-dUzMFZn4Y9.jpeg Muhammadiyah Tarik Semua Dana dari Bank Syariah Indonesia. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah mengkaji menarik seluruh dana yang tersimpan di Bank Syariah Indonesia. Nantinya, dana tersebut dialihkan ke bank syariah lainnya.

Namun, sayangnya Muhammadiyah tidak menyebut besaran dana yang akan ditarik dan bank syariah mana yang nantinya akan menyimpan peralihan dana dari Bank Syariah Indonesia.

Berikut fakta-fakta soal Muhammadiyah bakal tarik dana di Bank Syariah Indonesia seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Senin (21/12/2020).

1. PP Muhammadiyah Tak Lagi Mendukung Bank Syariah Indonesia

Ketua Bidang Ekonomi PP Muhammadiyah Anwar Abbas mengatakan, ada kemungkinan untuk Muhammadiyah tidak lagi perlu mendukung Bank Syariah Indonesia sehingga mungkin sudah waktunya untuk menarik dan mengalihkan semua dana yang ditempatkan di bank tersebut dan juga mengalihkan seluruh pembiayaan yang diterimanya kepada bank baru yang menjadi mitranya.

Baca Juga: 'Dana Jumbo' Muhammadiyah di Bank Syariah Ditaksir Sampai Rp15 Triliun, Benarkah?

"Apakah itu bank negara syariah yang tidak ikut merger atau Bank Pembangunan Daerah (BPD) Syariah atau BPD yang ada unit syariahnya serta kepada bank-bank umum syariah atau bank-bank umum yang punya unit syariahnya," ujar Anwar dalam keterangan tertulis.

2. Bentuk Tim Khusus

PP Muhammadiyah akan membentuk satu tim khusus yang diisi oleh para ahli keuangan, para banker dan mantan-mantan banker serta mantan-mantan regulator untuk mempersiapkan penarikan seluruh dana Muhammadiyah yang ada di Bank Syariah Indonesia.

Baca Juga: 'Dana Jumbo' Muhammadiyah Ditarik dari Bank Syariah Indonesia Januari 2021?

Nantinya akan memindahkannya ke bank syariah mitra yang baru yang mau berkomitmen bersama Muhammadiyah untuk membantu memajukan ekonomi umat/rakyat dan UMKM.

3. Dalam Waktu Dekat Tim Khusus Akan Tarik Uang di Bank Syariah

Tim yang segera dibentuk oleh PP Muhammadiyah agar dalam waktu dekat atau dalam waktu yang tidak terlalu lama sudah bisa menarik dan memindahkan semua dana yang ada di Bank Syariah Indonesia hasil merger tersebut.

"Baik dalam bentuk giro tabungan dan deposito kepada bank-bank syariah atau yang punya unit syariah yang menjadi mitra baru yang mau memiliki komitmen bersama Muhammadiyah untuk memajukan ekonomi umat, ekonomi rakyat banyak dan UMKM," ucapnya Anwar.

4. Muhammadiyah Pindahkan ke Bank Ini

Anwar mengatakan pihaknya akan memindahkan dana tersebut ke salah satu bank syariah. Namun, dia tak menjelasakan secara detail ihwal nama bank tersebut.

"Baik dalam bentuk giro tabungan dan deposito kepada bank-bank syariah atau yang punya unit syariah yang menjadi mitra baru yang mau memiliki komitmen bersama muhammadiyah untuk memajukan ekonomi umat, ekonomi rakyat banyak dan UMKM," kata Anwar.

5. Ini Alasan Muhammadiyah Tarik Seluruh Dana

Anwar Abbas menilai dengan mergernya bank syariah milik BUMN menjadi Bank Syariah Indonesia akan membuat ekonomi umat yang banyak di level Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) akan semakin tidak tertolong. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal.

Anwar menjelaskan, pada Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 17 tahun 2015 tentang UMKM menyatakan dunia perbankan harus mengalokasikan kredit dan pembiayaannya minimal 20% kepada UMKM. Pada praktiknya, tahun 2015 hanya kurang dari 5%, tahun 2016 kurang kurang dari 10%, tahun 2017 kurang dari 15% dan tahun 2018 kurang dari 20%. Padahal dalam amanat PBI di ujung tahun 2018 total kredit dan pembiayaan yang sudah dikucurkan minimal 20%, tetapi faktanya tahun 2019 hanya 19,1%.

"Tapi salah seorang komisaris bank mengatakan kepada saya hanya 18%, padahal jumlah UMKM 99,99%, dengan jumlah pelaku 64 juta dan karyawannya 117 juta. Usaha besar jumlahnya hanya 0,01% dengan jumlah pelaku 5.550 pelaku dan tenaga kerja hanya 3,5 juta. Adilkah?" ujar Anwar dalam keterangan tertulis.

6. Muhammadiyah Bakal Tarik Semua Dana di Bank Syariah Indonesia, Ini Kata BRIS

Sekretaris Perusahaan PT Bank BRI Syariah Tbk (BRIS) Mulyatno Rachmanto mengatakan, komitmen Bank Syariah Indonesia untuk pelaku UMKM tidak akan kendor. Bahkan dengan bersatunya tiga bank, Bank Syariah Indonesia akan mampu memperkuat dukungan kami untuk lebih banyak pelaku UMKM di Indonesia.

"Dalam Rancangan Penggabungan yang kami publikasikan, komitmen dukungan kepada UMKM ini jelas tercantum," ujar Mulyatno, di Jakarta.

Kata dia, Bank Syariah Indonesia akan terus memberikan dukungan kepada para pelaku UMKM, diantaranya melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan melalui produk dan layanan keuangan Syariah yang sesuai dengan kebutuhan UMKM baik secara langsung maupun melalui sinergi dengan bank-bank Himbara dan Pemerintah Indonesia.

"Kami juga siap untuk berkolaborasi dengan Muhammadiyah, NU juga organisasi kemasyrakatan lainnya untuk memajukan pelaku UMKM Indonesia. Karena merekalah tulang punggung perekonomian nasional," tandasnya.

7. Dana Jumbo Muhammadiyah

Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah berencana menarik seluruh dana yang tersimpan di Bank Syariah Indonesia. Nantinya, dana tersebut dialihkan ke bank syariah lainnya.

Beredar kabar bahwa Dana PP Muhammadiyah yang tersimpan di Bank Syariah Indonesia mencapai Rp15 triliun.

Saat dikonfirmasi mengenai besaran dana tersebut Ketua Bidang Ekonomi PP Muhammadiyah Anwar Abbas mengatakan Ketua Umum Muhammadiyah akan memberikan penjelasan resmi soal penarikan seluruh dana yang tersimpan di Bank Syariah Indonesia pada Senin 21 Desember 2020.

“Tunggu hari Senin Ketua Umum akan jumpa pers," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini