Ajak Mahasiswa Jaga Ketahanan Pangan, Mentan: Menyangkut Hak Hidup

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Minggu 20 Desember 2020 18:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 20 320 2331023 ajak-mahasiswa-jaga-ketahanan-pangan-mentan-menyangkut-hak-hidup-i3UVdaFUD2.jpeg Mahasiswa Diajak untuk Jaga Ketahanan Pangan. (Foto: Okezone.com/Kementan)

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo meminta mahasiswa ikut menjaga ketahanan pangan di Indonesia di tengah pandemi Covid-19. Kontribusi itu dilakukan dengan merealisasikan teori-teori yang mereka dapat di bangku Universitas.

"Saya berharap mahasiswa mau turun ke lapangan. Konsepnya sudah ada dan kita juga punya ilmunya. Hanya saja perlu dilakukan pendekatan yang tidak biasa," ujar Syahrul dalam keterangannya yang diterima MNC News Portal, Minggu (20/12/2020).

Baca Juga: Ubah Peradaban Pertanian, Mentan Buat Smartfren Green House

Dia menilai, peran mahasiswa menjadi salah satu solusi untuk menjaga ketahanan pangan di dalam negeri. Di mana, definisi-definisi dan teori-teori seputar ketahanan pangan yang diajarkan di perguruan tinggi dapat segera diserap Badan Ketahanan Pangan (BKP) untuk dapat mengembangkan ketahanan pangan secara nasional.

"Karena ini menyangkut hak hidup masyarakat Indonesia" kata dia.

Baca Juga: Sektor Pertanian Kebal Covid-19, Mentan Geber Ekspor

Dia kembali menegaskan, sektor pertanian Indonesia merupakan market bagi negara-negara di dunia. Karena itu, ketahanan pangan dan peningkatan produksi pertanian merupakan satu keniscayaan yang harus dilakukan.

"Adanya peningkatan produksi itu tandanya, membuktikan bahwa kekuatan pertanian kita sangat besar dan menjadi pasar yang kuat di mancanegara. Apalagi komoditi kita di tanam di sebagai negara tropis" ujar dia.

Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, lanjut Syahrul, merupakan turbulensi global yang paling dahsyat karena regional dalam kawasan global banyak yang terkoreksi ekonomi. Semuanya landai, namun banyak negara melakukan pertahanan dengan cara masing-masing agar tidak tumbang.

Meski begitu, guncangan di banyak sektor, tidak diikuti oleh sektor pertanian. Dengan kata lain, pertanian menjadi sektor yang paling eksis dalam kondisi krisis. Hal itu menandakan pertanian menjadi kekuatan negara. "Kenapa? karena makan tak bisa ditunda, makan tak bisa menunggu hari. kalau begitu ini menjadi pekerjaan yang tidak pernah putus" katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini