Ubah Peradaban Pertanian, Mentan Buat Smartfren Green House

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Selasa 15 Desember 2020 07:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 15 320 2327761 ubah-peradaban-pertanian-mentan-buat-smartfren-green-house-CoviE4LSaH.jpg Peresmian Smart Green House. (Foto: Okezone.com/Kementan)

BOGOR - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo meresmikan Smart Green House di Politeknik Pembagunan Pertanian, Kota Bogor. Tempat ini dibangun untuk meningkatkan sumber daya manusia dalam pembangunan pertanian berbasis teknologi.

"Hari ini Kementerian Pertanian melauncing Smart Green House sebagai bagian dari upaya moderinisasi di bidang pertanian, merubah peradaban pertanian melalui sain, riset dan teknologi," kata Syahrul, Selasa (15/12/2020).

Baca Juga: Sektor Pertanian Kebal Covid-19, Mentan Geber Ekspor

Smart Green House ini, lanjut Syahrul, bisa mengatur kondisi alam yang dibutuhkan oleh beberapa komoditi pertanian dengan teknologi. Sehingga, mendapatkan kuantitas dan kualitas pertanian yang maksimal.

Smart Green House

"Harapannya tentu kuantitas dan kualitas pertanian tidak hanya bergantung kepada alam tapi alam bisa kita atur, melalui teknik-teknik prtanian yang ada. Green house ini juga bisa mengatur schedule atau jadwal seperti apa tergantung musim," ungkapnya.

Baca Juga: RI Bakal Punya Sekolah Pertanian Berbasis Kecerdasan Buatan

Rencananya, Smart Green House akan terus dikembangkan di seluruh provinsi di-Indonesia pada 2021 mendatang. Hal ini pun sesusai dengan instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada seluruh kementerian khususnya Kementan untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Tentu tidak bisa seperti membalikan tangan tapi menuju pertanian yang lebih modern menggunakan teknologi, mekanisasi, industri-industri dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi itu menjadi bagian yang memang diminta oleh Bapak Presiden untuk semua kementerian. Insya Allah tahun depan Green House ada di semua provinsi di Indonesia," harapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi mengatakan dengan Smart Green House diharapkan hadir SDM pertanian yang bisa membantu menyiapkan kebutuhan pangan 267 juta jiwa penduduk Indonesia.

"Kita berbicara mengenai peningkatan produktivitas untuk menjaga ketahanan pangan dan pengungkit utama dalam peningkatan produktivitas itu adalah SDM. Oleh karena itu, kualitas SDM pertanian terus kita tingkatkan. Salah satunya melalui Smart Green House di Polbangtan Bogor ini," ucap Dedi.

Dia menambahkan, Kementan juga berupaya untuk meningkatkan ekspor serta mensejahterakan petani. Untuk itu, diperlukan SDM pertanian yang professional, bersaya saing dan berwirausaha yang dapat dilakukan melalui pendidikan vokasi pertanian.

"Dalam pelaksanaannya, pendidikan vokasi menerapkan 70 persen praktikum dan 30 persen teori. Serta diterapkan juga sistem link and match antara Pendidikan vokasi dengan dunia industri," tutup Dedi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini