Tantangan Sulit 2021, Jumlah Pengangguran hingga Krisis di Sektor Usaha

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 22 Desember 2020 12:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 22 320 2332035 tantangan-sulit-2021-jumlah-pengangguran-hingga-krisis-di-sektor-usaha-NAZvT7QvbW.jpg Tantangan Ekonomi pada 2021. (Foto: Okezone.com/Freepik))

JAKARTA - Pandemi Covid-19 telah membuat ekonomi Indonesia mengalami tekanan selama tahun ini. Pada 2021 pun perekonomian masih dibayangi ketidakpastian.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, proyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2021 akan tumbuh 4% hingga 5%, yang disumbangkan dari semua ngara, termasuk negara-negara berkembang seperti Indonesia.

Baca Juga: Gelombang Covid-19 Meningkat, Sri Mulyani: Kita Perlu Berhati-hati

"Tahun depan dengan prediksi pertumbuhan ekonomi 4%-5% tentu disumbang semua negara termasuk emerging dan developing country seperti Indonesia," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Selasa (22/12/2020).

Kata dia, pemulihan ekonomi masih terus dilakukan. Pun, sejumlah tantangan masih akan harus dihadapi di antaranya tantangan stabilitas kesehatan, banyaknya jumlah pengangguran, dan krisis di sektor usaha, dan sektor riil yang berimbas kepada sektor keuangan.

Baca Juga: Kemenko Perekonomian Gelar Outlook, Jokowi: Pemulihan Ekonomi Berjalan Lebih Cepat pada 2021

"Instrumen yang luar biasa penting di dalam menghadapi Covid yaitu pertama masalah kesehatan, kedua krisis sosial karena masyarakat kehilangan pendapatan, mata pencahariannya dan kemudian krisis di sektor usaha, baik di sektor riil yang berpotensi mengimbas pada sektor keuangan," bebernya

Menuruynya, Undang-Undang Cipta Kerja juga dalam rangka membantu pemulihan ekonomi di sektor riil di tahun depan. Dan dana PEN akan terus diawasi sampai akhir tahun.

"Ini tantangan sulit dan harus kita atasi," tandasnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran semakin bertambah karena Covid-19. Pengangguran naik 2,67 juta orang menjadi 9,77 juta orang pada kuartal III-2020.

Rinciannya terdapat 29,12 juta orang (14,28% penduduk usia kerja) yang terdampak Covid-19, terdiri dari pengangguran karena Covid-19 (2,56 juta orang), Bukan Angkatan Kerja (BAK) karena Covid-19 (0,76 juta orang), sementara tidak bekerja karena Covid-19 (1,77 juta orang), dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena Covid-19 (24,03 juta orang).

Baca Juga: Wanita Makin Banyak yang Bekerja saat Covid-19

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Agustus 2020 sebesar 7,07% , meningkat 1,84% poin dibandingkan dengan Agustus 2019.

"Ini meningkat 1,84% poin dibandingkan dengan Agustus 2019," kata Suhariyanto

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini