JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta Pertamina memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan petugas di lapangan termasuk di antaranya, keamanan petugas motoris yang mengantarkan BBM kepada konsumen saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Selain itu, protokol kesehatan juga harus dikedepankan.
Menurut Kepala Bidang Pengaduan dan Hukum YLKI Sularsi, tingkat kepadatan lalu lintas libur Nataru kali ini belum tentu sepadat tahun-tahun sebelumnya, apalagi, pada saat bersamaan Pemerintah mengeluarkan aturan yang ketat terkait prosedur keluar masuk daerah tertentu.
“Tetapi ini kan antisipasi,” kata dia, Jakarta, Kamis (24/12/0202).
Sementara terkait pembayaran nontunai, Pertamina hendaknya juga mengantisipasi jika terjadi kendala, misal sinyal kurang baik sehingga mengganggu pembayaran nontunai. Dalam kondisi demikian, tambahnya, Pertamina hendaknya mempersiapkan upaya lain agar pelayanan tidak terganggu.
“Termasuk di antaranya adalah para pengemudi angkutan umum agar mereka juga mengerti mengenai layanan digital tersebut,” ujarnya.
Di sisi lain, dia menilai Pertamina mampu layani masyarakat selama libur Nataru dalam berbagai kondisi seperti kemungkinan padatnya di jalan tol, menghindari antrean panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sehingga protokol kesehatan saat pengisian BBM tetap terjaga.
“Ini pelayanan ekstra, karena Pertamina mengetahui apa yang dibutuhkan masyarakat. Dan kami menyambut baik apa yang dilakukan Pertamina, karena bisa mengantisipasi dari hal-hal yang tidak diinginkan. Termasuk membantu menjaga protokol kesehatan saat pembelian BBM,” katanya seperti dilansir Antara.
