Menko Luhut Minta Program PEN Restorasi Terumbu Karang Terus Dikawal

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 06 Januari 2021 19:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 06 320 2340073 menko-luhut-minta-program-pen-restorasi-terumbu-karang-terus-dikawal-3EU8Yh4kP5.jpg Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (Foto: Dok. Kemenko Marves)

JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi terus mengawal Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Padat Karya Restorasi Terumbu Karang (ICRG) di Bali yang dimulai pada awal pertengahan tahun 2020.

Program PEN-ICRG telah memasuki tahap penyelesaian pekerjaan. Bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Pemerintah Provinsi Bali, Menko Marves Luhut B. Pandjaitan meminta agar pekerjaan PEN ini dipastikan sesuai dengan rencana.

Baca Juga: Luhut Ajak 3 Menteri Termasuk Menparekraf Sandiaga Uno Kawal Restorasi Terumbu Karang

"Kita perlu untuk terus saling membantu dan bahu-membahu menyelesaikan pekerjaan ini. Ini semua kita kerjakan untuk mengembalikan roda perekonomian di masyarakat, terutama di masyarakat pesisir pantai. Jangan sampai program yang sudah kita kerjakan dan kita janjikan, tidak kita selesaikan dan kita tidak kontrol dengan baik," ujar Menko Luhut di Jakarta, Rabu (6/1/2021).

Program berskema padat karya ini berada dalam koordinasi Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim yang dipimpin oleh Safri Burhanuddin. Secara rutin, Deputi Safri terus melakukan monitoring pekerjaan secara rutin di lapangan maupun daring menggunakan Aplikasi Dashboard sistem Monitoring Terumbu Karang terpadu. Tujuannya, untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan PEN di lapangan.

Baca Juga: Alasan Luhut Kontrol Orang Berwisata ke Bali

Program PEN-ICRG di Bali telah berhasil menyerap 10.171 tenaga kerja, dengan anggaran biaya Rp111,23 Milyar dan luasan restorasi 74,3 Hektar. Para pekerja di bayar secara non-tunai, upah di transfer langsung ke rekening mereka. Program PEN ICRG diharapkan akan terus memberikan dampak bagi perekonomian setempat.

"Kita telah mencapai tahap penyelesaian pekerjaan, seluruh struktur karang (95.768 unit) telah berada di dasar laut pada tanggal 30 Desember 2020 yang selanjutnya akan ditata sesuai desain dan akan dipasang bibit terumbu karang hingga Januari 2021," jelas Safri.

Dia menambahkan, untuk terus melakukan pengawasan terkait program ini. Ada beberapa struktur karang yang belum tersusun baik di Sanur dan Serangan, banyak bibit karang yang ditanam telah mati atau terlalu kecil, juga tali plastik yang belum ditata.

"Hal ini dapat mengganggu ekosistem yang ada, dan berpotensi menjadi sampah laut. Untuk itu, pengawasan atau monitoring akan terus dilakukan," ungkapnya.

Sebagai bentuk tindak lanjut, Kemenko Marves dan KKP akan terus melakukan monitoring terpadu bersama Pemprov Bali untuk memastikan pekerjaan ini sesuai dengan output dan outcome yang diharapkan. Kegiatan PEN-ICRG ini dapat menjadi contoh dan diduplikasi pada lokasi lain.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini