Pembatasan Kegiatan di Jawa-Bali Mulai 11 Januari, Cek 8 Faktanya

Alya Ramadhanti, Jurnalis · Sabtu 09 Januari 2021 08:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 08 320 2341171 pembatasan-kegiatan-di-jawa-bali-mulai-11-januari-cek-8-faktanya-gjZMVZgKmu.jpg PSBB (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) Airlangga Hartarto menyampaikan kebijakan terbaru pemerintah terkait upaya pengendalian Covid-19 melalui pengaturan kembali pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

PPKM sendiri berbeda dengan PSBB. PPKM akan diberlakukan mulai 11 Januari hingga 25 Januari 2021.

“Oleh karena itu pemerintah membuat kriteria terkait dengan pembatasan kegiatan masyarakat. Dan ini juga sesuai dengan undang-undang yang telah dilengkapi dengan PP 21/2020 dimana mekanisme pembatasan tersebut,” ujar Airlangga, Rabu (6/1/2021).

Baca Juga: PPKM Sebagian Jawa dan Bali, Pengusaha Bus Curhat soal Kerugian 

Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah mengambil kebijakan untuk melakukan pembatasan kegiatan. Hal ini karena tingginya penambahan kasus positif Covid-19.

Berikut fakta-fakta terkait pembatasan kegiatan 11-25 Januari yang telah Okezone rangkum, Sabtu (9/1/2021).

1. Diberlakukan 11-25 Januari

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) mengungkapkan alasan dipilihnya tanggal 11 hingga 25 Januari dilakukan PPKM. Salah satunya, usai liburan natal dan tahun baru membuat angka positif covid terjadi melonjalk

"Kenapa tanggal 11 sampe tanggal 25 karena kita baru saja libur natal dan tahun baru dimana ada kenaikan 25% kasus covid saat di kalender liburan," kata Airlangga dalam video virtual, Kamis (7/1//2021).

2. Alasan Diadakannya Pembatasan Kegiatan

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) Airlangga Hartarto mengatakan, kebijakan ini dilakukan karena kasus yang terinfeksi virus covid-19 terus bertambah setiap minggunya. Pada bulan Januari kasus perminggunya mencapai 51.986 kasus.

"Kasus itu kita monitoring per minggunya meningkat bukan menurun. Jadi per Desember kasus perminggunya mencapai 48.434. Dan pada bulan Januari 51.986 kasus" katanya di Jakarta, hari ini.

Selain itu, lanjut Airlangga, rumah sakit di beberapa daerah di pulau jawa kapasitas ketersedian isolasi dan ICU yang menampung pasien covid sudah lebih dari 70%. Kondisi itu sebagian terjadi Yogyakarta, Banten, Jawa Timur, Jawa Barat Jawa Tengah dan DKI Jakarta.

 

3. Daftar Pembatasan Kegiatan Mulai 11-25 Januari

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pembatasan kegiatan akan kembali dilakukan pada tanggal 11 hingga 25 Januari 2021.

Dia mengatakan bahwa pembatasan kegiatan tersebut meliputi:

1. Membatasi tempat kerja dengan work from home 75% dengan melakukan prokes secara ketat.

2. Kegiatan belajar mengajar secara daring.

3. Sektor esensial yangberkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat tetap beroperasi 100% dengan pengaturan jam operasional, kapasitas, dan menjaga protokol kesehatan secara ketat.

4. Melakukan pembatasan terhadap jam buka dari kegiatan-kegiatan di pusat perbelanjaan sampai pukul 19.00

5. Makan minum di tempat maksimal 25%. Dan pemesanan makanan melalui take away atau delivery tetap diizinkan.

6. Mengizinkan kegiatan konstruksi beroperasi 100% dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat.

7. Mengizinkan tempat ibadah melakukan pembatasan kapasitas sebesar 50% dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat.

8. Fasilitas umum dan kegiatan sosial budaya dihentikan sementara.

9. kapasitas dan jam operasional moda transportasi juga diatur.

4. Kriteria Kota dan Kabupaten yang Diterapkan Pembatasan Kegiatan

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, hanya kota-kota tertentu yang memenuhi empat kriteria saja yang terkena pembatasan.

Pengaturan PPKM tersebut, diterapkan di Provinsi, Kabupaten/Kota yang memenuhi salah satu dari beberapa parameter yang ditetapkan.

Pertama, tingkat kematian di atas rata-rata tingkat kematian nasional. Kedua, tingkat kesembuhan di bawah rata-rata tingkat kesembuhan nasional.

Ketiga, tingkat kasus aktif di atas rata-rata tingkat kasus aktif nasional. Keempat, tingkat keterisian Rumah Sakit (BOR) untuk ICU dan Isolasi di atas 70%.


5. Kota dan Kabupaten yang Akan Terapkan Pembatasan Aktivitas

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan sejumlah wilayah di Jawa-Bali yang akan menerapkan pembatasan aktivitas penduduk pada rentang waktu 11-25 Januari 2021.

Berikut sejumlah wilayah di Jawa-Bali yang dilakukan pembatasan aktivitas yang telah dirangkum oleh Okezone, Kamis (7/1/2020):

1. Jakarta

Di Jakarta dan sekitarnya meliputi seluruh DKI Jakarta, Bogor, Kabupaten Bogor, Depok, Bekasi dan Kabupaten Bekasi.

2. Banten

Di Banten meliputi Tangerang, Kabupaten Tangerang, Tangerang Selatan dan Tangerang Raya.

3. Jawa Barat

Di Jawa Barat di luar Jabodetabek yakni Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Cimahi.

4. Jawa Tengah

Di Jawa Tengah adalah Semarang Raya, Solo Raya dan Banyumas Raya.

5. Yogyakarta

Di Yogyakarta yaitu Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Sleman dan Kulon Progo.

6. Jawa Timur

Di Jawa Timur yakni Kota Malang Raya, Surabaya dan Sidoarjo.

7. Bali

Adapun di Bali adalah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.

6. Masih Boleh Keluar Kota

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) Airlangga Hartarto dalam pemberlakuan aturan tersebut masyarakat di Jawa dan Bali tetap boleh bepergian. Namun, harus mengikuti protokol kesehatan yang berlaku.

"Berpergian boleh tapi harus ada Tes swab untuk transportasi udara dan rapid antigen untuk darat." kata Airlangga di Jakarta, Kamis (7/1/2020)

7. Kerugian Pengusaha Bus dan Mall

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta Shafruhan Sinungan menyatakan pihaknya sudah siap karena sejak diizinkan kembali bus antar kota antar provisi (AKAP) beroperasi, sudah menerapkan aturan pengetatan kepada setiap calon penumpang.

Menurut dia, tak dapat dipungkiri memang kebijakan itu akan menimbulkan kerugian. Sebab, setiap bus itu hanya bisa diisi maksimal 50% dari kapasitas bangku yang tersedia.

Sedangkan Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menilai dengan adanya PSBB itu berpotensi sejumlah mal dan pusat perbelanjaan menutup operasionalnya. Sebab, kini geliat perekonomian di sana situasinya belum kembali normal.

Menurutnya, pembatasan itu Terlambatnya kembali pergerakan ekonomi akan menjadikan kondisi usaha Pusat Perbelanjaan semakin terpuruk.


8. Menko Pastikan Tidak Menganggu Perekonomian

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) Airlangga Hartarto memastikan PPKM ini tidak menganggu target pertumbuhan ekonomi.

"Ini kan baru triwulan pertama ini baru tujuh hari. Tapi kita cukup optimis dan akhir tahun di kisaran 5% untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujar Airlangga dalam video virtual, Kamis (7/1/2021).

Kata dia, keyakinannya target ekonomi bisa tercapai dikarenakan melihat keseimbangan sektor pasar modal serta pergerakan rupiah yang saat ini berjalan dengan lancar.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini