Uni Eropa Tuntut Ekspor Nikel RI, Mendag: Mereka Ketakutan

Ferdi Rantung, Jurnalis · Rabu 27 Januari 2021 14:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 27 320 2351733 uni-eropa-tuntut-ekspor-nikel-ri-mendag-mereka-ketakutan-6EU4zq3B5d.jpg Mendag Sikapi Tuntutan Uni Eropa soal Ekspor Nikel. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengungkapkan bahwa selain Filipina, Uni Eropa (UE) juga mengganggu produk ekspor Indonesia. UE melakukan tuntutan ke Organisasi Perdagangan Internasional (WTO) atas ekspor bijih nikel.

"Eropa mengganggu kita. Saya bilang masalahnya bukan karena nikelnya, karena mereka cuma beli nikel dari kita kecil sekali, tidak sampai 2%," kata Lutfi dalam webinar , Rabu (27/1/2021).

Baca Juga: Eropa Gugat Nikel RI, Menko Airlangga: Kita Lawan

Lutfi menjelaskan, yang dipermasalah UE bukan karena biji nikelnya, namun karena Indonesia sudah mengekspor barang jadi bukan barang mentah lagi.

"Mereka ketakutan, kita ini mestinya mengekspor barang mentah. Namun kita sudah berubah menjadi barang industri," jelasnya.

Baca Juga: 9 Perusahaan Kembali Ekspor Bijih Nikel, 2 Masih Belum Dapat Izin

Dia menegaskan, bahwa masalah-masalah seperti ini pemerintah akan tetap meladeni tuntutan tersebut. Sebab hal ini merupakan bagian dari perdagangan.

"Sekarang kita dituntut di Eropa, ya kita ladeni karena memang masalah sengketa itu adalah hal yang biasa kita mesti hadapi," tutupnya

Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa industri di Indonesia akan terus dikembangkan. Hal tersebut untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Kita ketahui, banyak negara lain tidak suka Indonesia memiliki industri yang kuat. Apabila ada negara lain yang mempersoalkan, ya kita lawan saja," ujar dia pada acara diskusi RCEP.

Baca Juga: Pengusaha Sepakat Stop Ekspor Nikel Mulai 1 Januari 2020

Seperti dalam pengembangan industri bahan baku logam misalnya, ekspor nikel ore dari Indonesia saat ini sudah dihentikan.

"Kami siap menghadapi keluhan negara Uni Eropa (UE) yang telah mengadukan terkait pembatasan ekspor tersebut ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Pak Presiden Jokowi menyatakan ini nikel barang kita, kita yang atur ekspor. Jadi kalau dilawan ya harus menang," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini