Transjakarta Langgar Batas Kapasitas Penumpang

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 18 Februari 2021 18:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 18 320 2364428 transjakarta-langgar-batas-kapasitas-penumpang-4rdKDauRfZ.jpg Transjakarta (Foto: Okezone)

JAKARTA - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan menyebut masih ada beberapa transportasi umum yang tidak memperhatikan kapasitas penumpang. Khususnya pada jam-jam tertentu yang terpantau masih melebihi kapasitas yang ditentukan.

Kepala BPTJ Polana B. Pramesti mengatakan berdasarkan monitoring, pada jam tertentu beberapa bus Transjakarta sering kali tidak mematuhi batas maksimal penumpang. Khususnya ketika jam berangkat dan pulang kerja.

Baca Juga: Antisipasi Genangan Pasca-Hujan Deras, Transjakarta Alihkan Rute Mikrotrans

“Ketaatan batas penumpang maksimum pada jam tertentu beberapa bus Transjakarta masih kelebihan penumpang dari batas penumpang yang diizinkan. Karena kebutuhan penumpang naik lebih besar dari kapasitas yang diizinkan,” ujarnya dalam acara diskusi virtual, Kamis (18/2/2021).

Tak hanya pada transportasi Transjakarta, pada Kereta Rel Listrik (KRL) juga kepadatan masih kerap terjadi. Namun kepadatan yang terjadi lebih kepada kurang tersebarnya penumpang ke gerbong-gerbong lainnya.

Baca Juga: Direnovasi, 11 Halte Transjakarta Bakal Ditutup Sementara

“Demikian dari KRL dari 12 rangkaian banyak gerbong 1-3 kurang tersebar di semua gerbong,” jelas Polana.

Selain itu, kepadatan yang terjadi pada gerbong juga sering kali tidak bisa dihindari. Apalagi ketika ada penambahan penumpang dalam jumlah banyak di stasiun pemberhentian berikutnya.

“Ada juga penumpang KA tidak bisa dihindari saat ada penambahan penumpang di stasiun berikutnya,” ucap Polana.

Meskipun begitu, Polana menilai peran petugas transportasi sudah cukup baik. Dengan selalu mengingatkan penumpang untuk selalu mematuhi protokol kesehatan seperti menjaga jarak.

“Peran petugas sangat signifikan sudah melaksanakan tugas dengan baik dengan penerapan protokol kesehatan dan mengingatkan penumpang untuk jaga jarak. dan tidak berbicara di kereta dan bus,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini