Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Produksi GeNose C-19 Dikebut Jadi 10.000 Unit/Minggu

Hafid Fuad , Jurnalis-Jum'at, 19 Februari 2021 |18:39 WIB
Produksi GeNose C-19 Dikebut Jadi 10.000 Unit/Minggu
Covid-19 (Foto: Okezone.com/Reuters)
A
A
A

JAKARTA – Produksi alat pendeteksi Covid-19 GeNose C-19 akan dikebut hingga mencapai 10 ribu. Menteri Riset dan Teknologi, Bambang Brodjonegoro menyebut saat ini kapasitas produksi baru mencapai 1.000 unit per minggu.

Dia mengatakan, produksi GeNose C19 diharapkan bisa lebih tinggi, mencapai 10 ribu unit per minggu. Karena saat ini permintaan terhadap GeNose C19 jauh di atas kemampuan produksi oleh lima industri manufaktur.

Baca Juga: Ada yang Berbeda Tes GeNose di Stasiun Bandung, Ini Kata Menhub

"UGM saat ini sudah menggandeng lima perusahaan yang melakukan manufaktur. Kami sudah fasilitasi tim UGM dan para mitranya agar bisa scale up up produksi," kata dia saat Hybrid Launching: GeNose C-19 Inovasi Indonesia untuk Pariwisata Indonesia secara virtual, Jumat (19/2/2021).

Bambang menekankan GeNose C-19 bukan untuk dibandingkan dengan tes polymerase chain reaction (PCR). Sebab, PCR lebih digunakan untuk diagnosis. Sedangkan GeNose C-19 digunakan untuk screening atau pengecekan awal untuk positif Covid-19.

Baca Juga: Stasiun Gambir Layani GeNose C19, Ini yang Perlu Diperhatikan Calon Penumpang

GeNose C-19, kata dia, selain untuk di tempat wisata juga dapat digunakan di pusat perbelanjaan. Saat ini, pengelola pusat perbelanjaan menggunakan cek cuhu sebagai metode screening. Hal itu tentu tidak menjamin karena tingginya suhu tubuh manusia bukan berarti mengidap Covid-19.

Sebaliknya, orang yang tertular Covid-19 bisa jadi tidak memiliki suhu tinggi seperti orang tanpa gejala. "Jadi tidak usah cek temperatur, langsung GeNose saja," katanya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement