Digaji Rp50.000, Ini Penyebab Masalah Kesejahteraan Guru Honorer

Reza Andrafirdaus, Jurnalis · Senin 22 Februari 2021 06:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 21 320 2365788 digaji-rp50-000-ini-penyebab-masalah-kesejahteraan-guru-honorer-WjvQ8ubUhT.jpg Ilustrasi Guru Honerer (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pakar Pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Cecep Darmawan mengatakan, permasalahan guru honorer muncul karena pemerintah tidak memiliki rancangan induk (grand design) tentang guru.

"Di UU ASN, UU Guru dan Dosen, tidak dikenal guru honorer, yang ada guru ASN dan guru Yayasan. Guru ASN itu ada PPPK dan PNS. Nah, kenapa muncul guru honorer karena kelalaian pemerintah untuk segera mengangkat guru-guru menjadi ASN, banyak guru pensiun sementara yang diangkat minim," kata Cecep seperti dilansir BBC Indonesia, Jakarta.

Minimnya jumlah guru ASN menyebabkan sekolah menjadi dilema.

"Menunggu guru ASN sulit dan lama, akhirnya diangkat guru-guru yang diberi label honorer. Ini menurut saya kelalaian pemerintah yang menjadi bom waktu," tambah guru besar UPI tersebut.

Baca Juga: Kesejahteraan Guru Honorer Selesai dengan PPPK? 

Pengangkatan guru honorer ini, kata Cecep, kemudian mengandalkan anggaran dana BOS yang terbatas, akibatnya gaji para guru honorer menjadi tidak layak.

Dewi merupakan seorang guru honorer dari tahun 2006 hingga sekarang, atau sudah 15 tahun.

Dia sama seperti Hervina, seorang guru honorer SDN yang digaji menggunakan dana bantuan operasional sekolah (BOS).

"Pertama kali lulus SMA diterima jadi guru honorer dan digaji Rp50 ribu sebulan, lalu naik jadi Rp100 ribu, Rp150 ribu hingga Rp500 ribu," kata Dewi kepada wartawan BBC News Indonesia.

Baca Selengkapnya: Ini Biang Kerok Permasalahan Kesejahteraan Guru Honorer

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini