Wapres Ma'ruf Minta BSI Tetap Layani Nasabah Wong Cilik

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 10 Maret 2021 19:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 10 320 2375798 wapres-ma-ruf-minta-bsi-tetap-layani-nasabah-wong-cilik-Poe4hkphq6.jpg Maruf Amin (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah telah membentuk PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) yang berasal dari merger dari tiga Bank Syariah miliki Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pembentukan BSI ini juga merupakan salah satu keseriuasan pemerintah dalam mengembangkan industri keuangan syariah.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, Bank Syariah Indonesia diharapkan dapat melayani nasabah menengah dan besar pada tingkat nasional maupun global. Hal ini sejalan dengan potensi BSI antara lain dari sisi besarnya aset dan jangkauan network yang dimiliki untuk dapat berperan dalam kegiatan operasional pada tingkat global.

 Baca juga: Rights Issue, BSI Incar Dana Rp7,15 Triliun

"Namun demikian BSI juga tetap harus melayani nasabah kecil, mikro, dan ultra mikro yang merupakan mayoritas pelaku ekonomi syariah di tanah air," ujarnya dalam acara Webinar, Rabu (10/3/2021).

Sejalan dengan hal ini, pemerintah juga akan terus mengembangkan dan memajukan lembaga keuangan syariah yang kecil. Salah satu carannya adalah denganmemperbanyak dan memperluas pendirian Bank Wakaf Mikro.

 Baca juga: Kelola Sukuk Global, BSI Berguru ke Dubai Islamic Bank

"Untuk lembaga keuangan mikro dan kecil seperti Baitul Maal wa Tamwil (BMT), Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) dan koperasi syariah, pemerintah juga akan memberikan dukungan lebih besar untuk pengembangannya," jelasnya.

Meskipun begitu lanjut Ma'ruf Amin, produk layanan ekonomi dan keuangan syariah tetap dibangun berdasarkan prinsip-prinsip syariah. Selain itu, ekonomi dan keuangan syariah tetap harus ditempatkan menjadi sebuah pilihan yang rasional bagi masyarakat sehingga tidak menjadi eksklusif.

"Sebaliknya kita harus menjadikannya inklusif dan bersifat universal sesuai dengan prinsip ajaran Islam Rahmatan lil Alamin. Oleh karena itu ekonomi dan keuangan syariah tidak hanya untuk umat Islam tetapi terbuka untuk semua kelompok masyarakat," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini