Share

Sri Mulyani-Janet Yellen Berbincang via Telepon, Begini Isi Pembicarannya

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Jum'at 12 Maret 2021 11:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 12 320 2376522 sri-mulyani-janet-yellen-berbincang-via-telepon-begini-isi-pembicarannya-qegmcL6pRO.png Sri Mulyani-Janet Yallen. (Foto: Okezone.com/Instagram Sri Mulyani)

JAKARTA – Indonesia dan Amerika Serikat (AS) memperkuat hubungan untuk menghadapi tantangan global, salah satunya perubahan iklim. Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Keuangan AS Janet Yellen pun telah berkomunikasi via telepon untuk membahas kerjasama tersebut.

"Saya dan Menteri Keuangan AS Janet Yellen berbincang melalui telepon untuk membahas kerja sama antar negara dalam menghadapi berbagai isu tantangan global.⁣," tulis Sri Mulyani dalam akun Instagramnya, Jumat (12/3/2021).

Baca Juga: Jokowi Ajak Negara di Dunia Kerja Sama Adaptasi Perubahan Iklim

OECD memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi dunia akan membaik serta ekonomi AS juga akan meningkat tajam. Perbaikan ekonomi tersebut diharapkan berdampak positif bagi aktivitas ekonomi dan perdagangan dunia secara keseluruhan.

Selain itu, Menkeu Sri Mulyani dan Janet Yellen juga berbincang mengenai komitmen keduanya untuk fokus pada isu perubahan iklim dan akan diwujudkan melalui forum G20 di tahun 2022.

Baca Juga: Perubahan Iklim, Sri Mulyani: Tidak Memandang Sebelah Mata

“Saya dan Menteri Yellen juga membahas mengenai isu perubahan iklim (climate change), terutama pentingnya peran Indonesia yang akan menjadi tuan rumah (host) pertemuan G20 2022 untuk memberikan perhatian khusus terhadap isu penanganan perubahan iklim ini,” tulisnya.

Menkeu Sri Mulyani menambahkan, Indonesia dan AS akan bekerja sama dalam pembiayaan infrastruktur di Indonesia.

“Saya juga memastikan kerja sama Kementerian Keuangan dan US Treasury terkait pembiayaan infrastruktur, serta pendalaman pasar keuangan, dapat berlanjut pada kepemimpinan Menteri Yellen. Semoga pemulihan ekonomi dunia dapat segera tercapai melalui kerja sama antar negara dalam menghadapi berbagai isu pemulihan ekonomi dan tantangan global lainnya,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini