JAKARTA - Sebanyak 55,6 juta orang sudah mendaftar kartu prakerja hingga gelombang 14. Sebagai informasi, pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang 14 sudah ditutup sejak minggu lalu.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa gelombang 14 kartu prakerja ini merupakan bantuan sosial untuk membantu masyarakat.
Baca Juga: Pekerja Boleh Daftar Kartu Prakerja, Gaji Besar Tak Dilarang Dapat BLT Rp3,5 Juta
"Program ini tepat satu tahun dengan ditandai pada pembukaannya 17 Maret 2020 dan hari ini 17 Maret 2021. Hingga gelombang 14 ini pendaftarnya 55,6 juta dari 514 kota di 34 provinsi dari Sabang sampai Merauke," kata Airlangga dalam video virtual, Rabu (17/3/2021).
Dia menambahkan program Kartu Prakerja juga mendorong ke pekerjaan dan kewirausahaan, dan hal ini dapat dilihat dari hasil survei evaluasi yang dilakukan oleh PMO kepada jutaan penerima Prakerja.
Baca Juga: Daftar Kelompok yang Dilarang Daftar Kartu Prakerja
"Sebanyak 35% penerima awalnya menganggur,” ucapnya.
Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa Program Kartu Prakerja merupakan bantuan sosial untuk membantu masyarakat.
Berdasarkan hasil survei BPS di tahun 2020 menunjukkan, sebanyak 88,9% dari penerima Kartu Prakerja menyatakan keterampilan kerjanya meningkat, dan 81,2% peserta menyatakan insentif yang diterima dipakai untuk kebutuhan sehari-hari.
"Kartu prakerja merupakan semi bantuan sosial, dimana insentif yang diterima dipakai untuk kebutuhan sehari-hari," kata Airlangga.
Kata dia, penerima Kartu Prakerja terdistribusi secara merata dan secara proporsional di 514 kabupaten dan kota dari 34 provinsi di Indonesia.
“Dengan 3 Provinsi terbanyak yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, dan DKI serta 3 Provinsi lain sudah bisa menjangkau Papua Barat, Papua, dan Maluku Utara,” ujarnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.