Startup Perikanan Ditantang Jadi Unicorn

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 19 Maret 2021 12:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 19 320 2380494 startup-perikanan-ditantang-jadi-unicorn-XaBWswDHGo.jpg Ilustrasi Startup (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meminta kepada startup sektor kelautan dan perikanan untuk cermat membaca kebutuhan pasar dunia. Kepiawaian dalam membaca pasar dapat mendorong startup untuk terus tumbuh dan berinovasi untuk meningkatkan perekonomian sekaligus menyejahterakan masyarakat.

Baca Juga: Percepat Pemulihan dari Covid-19, RI Geber Ekonomi Digital

“Startup digital ini bagus, tapi kalau mau lebih hebat lagi supaya meningkat dan menjadi unicorn ke depannya, kita harus melihat market capacity di situ," ujar dia di Jakarta, Jumat (19/3/2021).

Dia menjelaskan bahwa pasar produk perikanan global tahun 2019 ada USD162 miliar. Indonesia akan fokus pada ekspor tiga komoditas unggulan, yakni Udang, Lobster dan Rumput Laut, dengan nilai total pasar mencapai USD 32.050 miliar atau 19,69% dari total seluruh pasar produk perikanan dunia.

Baca Juga: Menteri Trenggono Mau Buat Startup Perikanan

Kemudian, kata dia data pasar dapat menjadi dasar dalam mengembangkan inovasi teknologi dan membuka ruang baru usaha-usaha perikanan yang memiliki potensi besar.

"(Kita) harus menciptakan ruang baru, karena startup sekarang sudah sulit bertahan, harus terus memiliki ide yang brilian. Saya kasih ruang, yang pertama dilihat adalah market dan tidak menutup kemungkinan untuk kolaborasi sistem antar startup," ungkap dia.

Perkembangan startup sektor kelautan dan perikanan di Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, hingga tahun 2020 sudah ada 32 startup. Mereka bergerak dalam berbagai ragam inovasi, yakni Fintech, Nanobubble, Autofeeder, Internet of Things (IoT) Tambak, E-Commerce, Marketplace, Portable Pond, dan Water Quality Equipment.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini