Ada India dan China, Pasar Ekspor Batu Bara RI Cerah 20 Tahun ke Depan

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Jum'at 19 Maret 2021 13:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 19 320 2380538 ada-india-dan-china-pasar-ekspor-batu-bara-ri-cerah-20-tahun-ke-depan-0WnIJMLPXt.jpg Batu Bara (Foto: Okezone)

JAKARTA - Permintaan batu bara akan mengalami penurunan sebesar 40% atau 4,731 juta ton di tahun 2050 secara global akibat pengetatan peraturan lingkungan dan energi terbarukan, gas alam, dan elektrifikasi yang semakin kompetitif.

Meski begitu, Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia menilai prospek untuk pasar ekspor batu bara masih cukup bagus paling tidak dalam 2-3 dekade ke depan. Hal ini karena sekitar 97% ekspor batu bara Indonesia ke negara-negara Asia Pasifik.

"97% tujuan ekspor kita ke negara-negara Asia Pasifik di mana 55% itu ke India dan China. Dua negara ini merupakan negara yang konsumsi batu baranya besar juga. Sedangkan untuk Eropa dan Amerika sangat sedikit sekali," ujarnya dalam webinar Bimasena Energy Dialogue, Jumat (19/3/2021).

Baca Juga: Limbah FABA Hasil Pembakaran Batu Bara Wajib Dikelola, Ini Alasannya 

Dia melanjutkan, sekitar 21-22% pasar ekspor batu bara adalah negara-negara Asean dan negara Asia Timur seperti Jepang, Korea, dan Taiwan.

Menurut dia, pembangunan ekonomi di negara-negara berkembang termasuk China sangat intens mengandalkan energi murah. Batu bara masih berperan penting bagi perekonomian China. Bahkan negara-negara Asia Timur seperti Jepang yang termasuk negara maju dan bersih masih mengandalkan 60% energinya dari batu bara, begitu pula dengan Taiwan dan Korea.

"Kalau kita petakan prospek demand, berarti kita masih punya harapan ke depannya. Tentu negara-negara tersebut pasti akan mengurangi batu bara secara bertahap dalam kelistrikan nasional mereka, tidak bisa dihindari. Tapi sampai kapan batu bara masih digunakan oleh mereka, ini yang harus kita petakan," jelasnya.

Hendra menuturkan, dari sisi produksi, batu bara di dalam negeri cukup aman untuk menopang peningkatan konsumsi dalam negeri untuk mendukung hilirisasi batu bara.

"Tinggal arah kebijakan yang tepat sehingga pelaku usaha yang akan investasi di hilirisasi batu bara bisa survive," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini