Defisit APBN Februari 2021 Tembus Rp63,6 Triliun

Michelle Natalia, Jurnalis · Selasa 23 Maret 2021 13:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 23 320 2382643 defisit-apbn-februari-2021-tembus-rp63-6-triliun-qBLu79qkvQ.png Sri Mulyani (Foto: Instagram Sri Mulyani/@smindrawati)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat pendapatan negara hingga bulan Februari 2021 sebesar Rp219,2 triliun atau 12,6% dari target APBN 2021. Angka ini tumbuh 0,7% dibandingkan periode tahun lalu sebelum pandemi Covid-19 menerjang.

"Pendapatan negara kita Rp219,2 triliun sudah terkumpul atau 12,6% dari target APBN," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (23/3/2021).

Sri Mulyani mencatat belanja negara Rp282,7 triliun atau tumbuh 1,2%. Maka dari itu, terjadi defisit APBN 2021 mencapai Rp63,6 triliun."Kita alami defisit Rp 63,6 triliun. Defisit dari GDP hanya 0,36%," ucap Sri Mulyani.

Baca Juga: Belanja Negara Rp282,7 Triliun, Dihabiskan untuk Apa Saja? 

Selain itu, rincian pendapatan negara sebesar Rp219,2 triliun terdiri dari penerimaan pajak Rp146,1 triliun, kepabeanan dan cukai Rp35,6 triliun, PNBP Rp37,3 triliun, dan hibah Rp0,1 triliun.

Sedangkan belanja negara yang mencapai Rp282,7 triliun terdiri dari belanja pemerintah pusat Rp179,7 triliun yang terbagi ke belanja K/L Rp97 triliun dan belanja non K/L Rp82,7 triliun.

"Lalu, ada transfer ke daerah dan dana desa Rp103 triliun dengan rincian transfer ke daerah Rp99,2 triliun dan dana desa Rp3,8 triliun," katanya.

(dni)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini