Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemerintah Siap Pangkas Anggaran Tanpa Sentuh MBG akibat Perang AS-Iran

Anggie Ariesta , Jurnalis-Selasa, 17 Maret 2026 |08:05 WIB
Pemerintah Siap Pangkas Anggaran Tanpa Sentuh MBG akibat Perang AS-Iran
Pemerintah Siap Pangkas Anggaran Tanpa Sentuh MBG akibat Perang AS-Iran (Foto: Setpres)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah mulai menyiapkan langkah efisiensi anggaran sebagai respons atas pecahnya konflik di Timur Tengah yang telah memicu lonjakan harga minyak dunia. Keputusan ini diambil guna memastikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap disiplin di bawah ambang batas 3 persen.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa durasi perang akan menjadi faktor penentu kebijakan fiskal pemerintah ke depan.

"Tetapi karena kita masih di bulan-bulan awal, perang baru dua minggu, kita belum tahu apakah empat minggu, apakah lima minggu, itu menggunakan skenario pemotongan anggaran. Jadi selama perangnya masih belum mencapai dalam tanda petik lima bulan, kita masih skenario pemotongan anggaran, dan kita masih menggunakan maksimum defisit 3 persen," kata Airlangga dalam rapat koordinasi yang digelar di Kantor Kemenko Perekonomian, Senin (16/3/2026),

Opsi Pemangkasan Anggaran Tanpa Sentuh MBG

Meski opsi pemangkasan anggaran berada di meja perundingan, Airlangga memberikan jaminan bahwa program-program prioritas dan unggulan pemerintah tidak akan tersentuh. Program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih akan tetap berjalan sesuai rencana karena dianggap sebagai investasi strategis bagi masa depan bangsa.

"(Anggaran) program unggulan tidak ada yang diubah. Karena itu investasi jangka panjang," ungkap Airlangga.

Kepastian mengenai anggaran program unggulan juga dikonfirmasi oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana yang turut hadir dalam pertemuan tersebut. Dia memastikan bahwa alokasi dana untuk BGN tetap sesuai dengan ketetapan awal dalam APBN 2026.

"Sementara kita masih tetap dengan yang ada, terutama yang sudah ditetapkan dengan anggaran APBN 2026," ujar Dadan usai rapat.

Sebagai informasi, anggaran yang telah ditetapkan untuk BGN dalam APBN 2026 mencapai Rp335 triliun.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement