JAKARTA - Pemerintah memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan program BLT susbidi gaji atau BSU di tahun ini. Alhasil, pekerja dengan upah di bawah Rp5 juta tak akan lagi mendapatkan BLT sebesar Rp2,4 juta.
Salah satu program yang dilanjutkan adalah Kartu Prakerja. Mereka harus melakukan pendaftaran secara daring terlebih dahulu, sebelum dinyatakan lolos sebagai peserta Kartu Prakerja.
Baca Juga: Bocoran Pencairan BLT Subsidi Gaji
Saat mereka diterima sebagai peserta Kartu Prakerja akan menerima BLT sebesar Rp3,5 juta. Lalu, di antara kedua program tersebut lebih baik mana?
"Pada intinya semua bantuan pemerintah diharapkan bisa tepat sasaran. Mereka yang membutuhkan bantuan adalah mereka yang mendapatkan bantuan. Jangan sampai bantuan diberikan kepada mereka yang tidak membutuhkan," kata Direktur Riset CORE Piter Abdullah kepada Okezone, Kamis (25/3/2021).
Dia menilai, pemberian BLT subsidi gaji itu sebaiknya diprioritaskan kepada mereka yang sudah kehilangan pendapatan atau kini sedang menjadi pengangguran.
"Prioritas utama seharusnya adalah mereka yang menganggur atau kehilangan pekerjaan, terkena PHK, sehingga benar-benar kehilangan income," ujarnya.
Meski begitu, selama masa pandemi ini memang permasalahan pekerja menjadi Lebih kompleks. Mereka yang sudah bekerja juga banyak yang mengalami pemotongan gaji.
Ada yang dipotong 50%, sehingga masih bekerja tapi penghasilannya menurun.
"Prioritas berikutnya adalah mereka yamg bekerja kemudian terkena potongan gaji sehingga tidak mencukupi Biaya hidup," ujarnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.