Share

Isu Reshuffle Mencuat, Sri Mulyani Kena?

Hafid Fuad, Sindonews · Rabu 14 April 2021 21:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 14 320 2394788 isu-reshuffle-mencuat-sri-mulyani-kena-iuRoI7EGvZ.jpg Sri Mulyani (Foto: Setkab)

JAKARTA - Isu reshuffle atau perombakan kabinet kembali mencuat. Isu reshuffle mencuat setelah adanya pembentukan Kementerian baru serta penggabungan dua kementerian.

Lalu siapa yang bakal terkena perombakan kabinet kali ini?

Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) Anthony Budiawan menilai Menteri Keuangan Sri Mulyani layak terkena reshuffle. Khususnya karena cara pengelolaan uang negara dari Sri Mulyani.

"Pengelolaan keuangan negara ini ugal-ugalan. Masa SILPA saja diakumulasi terus. Kalau Rp50 triliun sudah bisa bikin beberapa RS dan sekolah, jadi itu sudah banyak sekali," kata Anthony saat dihubungi MNC Portal Indonesia di Jakarta (14/4/2021).

Baca Juga: Reshuffle Kabinet, Bahlil Kandidat Kuat Menteri Investasi, Nadiem Makarim Jadi Mendikbud-Ristek

 

SILPA adalah Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan, yaitu selisih antara surplus/defisit anggaran dengan pembiayaan netto. Dalam penyusunan APBD angka SILPA ini seharusnya sama dengan nol.

Artinya bahwa penerimaan pembiayaan harus dapat menutup defisit anggaran yang terjadi. Misalnya dalam APBD terdapat defisit anggaran sebesar Rp100 miliar, ditutup dengan penerimaan pembiayaan (pembiayaan netto) sebesar Rp100 miliar, maka SILPA-nya adalah Rp0, namun jika terdapat defisit anggaran sebesar Rp100 miliar dan ditutup dengan penerimaan pembiayaan (pembiayaan netto) sebesar Rp120 miliar (SILPA Positif), yang berarti bahwa secara anggaran masih terdapat dana dari penerimaan pembiayaan Rp20 miliar yang belum dimanfaatkan untuk membiayan Belanja Daerah dan/atau Pengeluaran Pembiayaan Daerah. SILPA Positif ini perlu dialokasikan untuk menunjang program-program pembangunan di daerah.

Dia menilai reshuffle kabinet memang perlu segera dilakukan. Karena kondisi negara membutuhkan kebijakan yang luar biasa dari sosok sosok yang relevan untuk mengatasi kondisi pandemi dan resesi ekonomi.

"Reshuffle sangat penting, khususnya di tengah pandemi dan resesi yang memerlukan kebijakan extraordinary. Satu yang pasti harus mempunyai background akademisi yang relevan. Hampir semua kementerian terkait ekonomi harus mengerti ekonomi makro," tegasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini