Sukabumi Bakal Punya Silicon Valley Rp18 Triliun, Waspada Serbuan Tenaga Kerja Asing!

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 15 April 2021 16:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 15 320 2395278 sukabumi-bakal-punya-silicon-valley-rp18-triliun-waspada-serbuan-tenaga-kerja-asing-OY6QsD36w9.jpg Bukit Algoritma Jadi Sillicon Valley (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Direktur Program Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menyarankan agar pemerintah merencanakan dengan matang pembangunan Bukit Algoritma atau pusat inovasi dan riset digital di Sukabumi, Jawa Barat.

Dia mewanti-wanti jangan sampai proyek disebut Silicon Valley itu lebih banyak menyerap tenaga kerja asing daripada tenaga kerja lokal. Pembangunan industri dilakukan di atas lahan seluas 888 hektare (ha) dengan investasi Rp18 triliun.

"Jangan sampai ada pembangunan Silicon Valley, malah dorong masuknya tenaga kerja asing lebih banyak. Bagaimana tenaga kerja Indonesia bisa memanfaatkan Silicon Valley di Sukabumi nanti itu harus disiapkan," ujar dia, Kamis (15/4/2021).

Baca Juga: Bukit Algoritma Jadi Silicon Valley Indonesia? Penuhi Syarat Ini Dulu 

Meski begitu dia tak memungkiri bahwa tenaga kerja asing lebih banyak yang melek teknologi dibandingkan tenaga kerja Indonesia.

Dari data badan pusat statistik (BPS) sumber daya manusia (SDM) di Indonesia hanya 12% yang berpendidikan tinggi. 80% lebih adalah tamatan sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA).

Eshter menilai, apabila pemerintah ingin membuat kawasan ekonomi khusus (KEK) di bidang teknologi canggih, SDM yang kompeten yang berdaya saing dan unggul harus diciptakan. Dengan begitu, proyek ini tidak harus memakai tenaga kerja asing. Ini harus menjadi pacuan kepada pemerintah.

Untuk Silicon Valley, kesesuaian kompetensi tenaga kerja yang dibutuhkan dengan wilayah sekitar tidak terlalu kuat. Tidak heran, tenaga ahli insinyur di Silicon Valley berasal dari India dan China, bukan mayoritas kawasan sekitar.

"Selain itu tenaga ahli banyak dari China misalnya, lebih melek high tech dibandingkan Indonesia. Ini harus diantisipasi jangan sampai juga dengan pembangunan Silicon Valley meningkatkan ketimpangan ekonomi," katanya.

Di Indonesia, duplikat Silicon Valley memang sempat mengemuka. Beberapa lokasi yang sempat digadang-gadang jadi Silicon Valley Indonesia antara lain Malang, Yogyakarta, BSD Serpong, hingga Batam.

Terbaru, muncul Bukit Algoritma Sukabumi yang dikembangkan perusahaan BUMN konstruksi, PT Amarta Karya (Persero). Pembangunan Silicon Valley ala Indonesia ini diperkirakan menelan dana hingga 1 miliar Euro atau setara Rp18 triliun.

"Kawasan ini akan menjadi salah satu pusat untuk pengembangan inovasi dan teknologi tahap lanjut, seperti misal kecerdasan buatan, robotik, drone (pesawat nirawak), hingga panel surya untuk energi yang bersih dan ramah lingkungan," kata Direktur Utama PT Amarta Karya (Persero), Nikolas Agung.

Lahan seluas 888 hektar di Cikidang dan Cibadak, Sukabumi dipilih sebagai lokasi Bukit Algoritma. Pengembangan tahap awal diperkirakan memakan waktu selama tiga tahun.

Bukit Algoritma diharapkan dapat menjadi pusat penelitian dan pengembangan teknologi, serta pusat pengembangan sumber daya manusia di masa depan. Secara khusus pengembangan teknologi dan industri 4.0.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini