Share

Seleksi Direksi BUMN Disarankan Melalui Mekanisme Assessment Center

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 26 April 2021 21:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 26 320 2401162 seleksi-direksi-bumn-disarankan-melalui-mekanisme-assessment-center-AOgFAWbDFK.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/BUMN)

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) disarankan memperkuat mekanisme assessment centre untuk menilai potensi calon direksi dan komisaris perseroan negara. Salah satunya adalah melibatkan unsur keamanan negara.

Saran tersebut menyusul adanya pengunduran diri yang dilakukan Direktur Pemeliharaan dan Perbaikan PT PAL Indonesia (Persero), Kuntjoro Pinardi, setelah lima hari menjabat. Keputusan itu diambil setelah dirinya dikaitkan dengan isu pendukung gerakan radikalisme dan pemulangan eks-ISIS.

Baca Juga: Erick Thohir Belum Puas Pemimpin Wanita di BUMN Baru 11%

Pengamat BUMN Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto mencatat, pemilihan direksi BUMN harus melawati mekanisme assessment centre untuk menilai potensi calon petinggi perusahaan. Apabila lolos di tahap ini, maka berikutnya Kementerian BUMN akan melakukan seleksi dan observasi terkait rekam jejak calon tersebut.

"Di sini mungkin juga dilibatkan unsur keamanan negara karena menyangkut BUMN strategis. Jadi di sini proses berjenjang sudah dilaksanakan sebelum kandidat di tetapkan sebagai direksi BUMN," ujar Toto saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Senin (26/4/2021).

Baca Juga: Baru 11% Wanita Jadi Pemimpin di BUMN, Erick Thohir Belum Puas

Pemegang saham juga disarankan untuk meningkatkan mekanisme seleksi melalui skema screening background kandidat direksi BUMN. Hal ini diyakini mampu megindentifikasi lebih dini kandidat yang memiliki paham radikal atau ekstrim.

"Kalau ada kasus seperti di PAL ini mungkin ke depan perlu di perbaiki mekanisme seleksi dengan meningkatkan kemampuan screening background kandidat direksi BUMN," katanya.

Perihal pengunduran diri Kuntjoro Pinardi, dia berharap langkah itu bisa membuat kondisi semakin kondusif. Dengan begitu, kinerja perusahaan dan program-program yang telah dibuat untuk mendukung kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjalan dengan baik.

Kuntjoro menepis dirinya merupakan pendukung Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Meski begitu, dia mengaku pernah menjadi calon anggota legislatif (caleg) legislatif dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini