Ekspor RI Lancar meski Ada Tsunami Covid-19 di India

Ferdi Rantung, Jurnalis · Kamis 29 April 2021 15:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 29 320 2402900 ekspor-ri-lancar-meski-ada-tsunami-covid-19-di-india-Adh6tngUrM.jpg Ekspor RI ke India Tetap Berjalan. (Foto: Okezone.com/Pelindo 1)

JAKARTA - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyampaikan kerjasama perdagangan antara Indonesia dan India tetap berjalan meskipun saat ini India sedang melakukan karantina kesehatan akibat lonjakan penderita Covid-19. Dengan demikian, ekspor untuk tujuan India tetap berjalan seperti biasa.

“Secara umum tidak ada kendala dalam kegiatan fasilitasi ekspor impor antara Indonesia dan India. Protokol kesehatan diterapkan untuk mencegah warga negara asing masuk, termasuk India. Namun hal ini tidak mengganggu kelancaran bongkar muat barang,” ujar Mendag dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/4/2021).

Baca Juga: 3 Industri yang Jadi Primadona Ekspor Indonesia

Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Didi Sumedi mengungkapkan, beberapa waktu lalu terjadi kendala karantina kapal di pelabuhan bongkar muat Dumai, Provinsi Riau yang melayani jasa pelayanan laut, curah cair, dan peti kemas.

Menanggapi hal tersebut, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan memastikan bahwa proses karantina di seluruh pelabuhan muat hanya dilakukan terhadap awak buah kapal/ABK awak kapal dan bukan terhadap kapal dan muatan.

Baca Juga: RI Maksimalkan Potensi Jasa Konstruksi hingga Pariwisata di Asean

“Pelabuhan Dumai merupakan salah satu pelabuhan dengan terminal curah cair terbesar di Indonesia. Di tengah pandemi Covid-19 Dumai tetap menjadi pelabuhan umum yang tertinggi dalam pengapalan CPO dan turunannya di Indonesia. Kebanyakan ekspor RI ke India saat ini lebih banyak terkait produk likuid/cair yang perpindahannya lebih banyak melalui saluran pipa, jadi sangat minimal keterlibatan orang,” terang Didi.

Pada 2020—2021, kapal yang membawa barang ekspor Indonesia ke India didominasi oleh kapal berjenis tangker untuk barang curah cair seperti minyak kelapa sawit dan tongkang untuk barang curah padat seperti batubara. Untuk barang berjenis tersebut pada umumnya bongkar muat tidak memerlukan banyak kontak fisik dengan awak kapal.

Atase Perdagangan Indonesia untuk New Delhi India Bona Kusuma menambahkan, Pemerintah India tetap mempertahankan pelayanan publik, salah satunya pelayanan kegiatan ekspor dan impor, meskipun pelayanan tersebut tidak berjalan secara penuh. “Selain itu, India juga menerapkan jam malam sehingga kapasitas bongkar muat kapal mengalami penyesuaian,” tutupnya.

Pada 2020, total perdagangan Indonesia dan India mencapai USD 14,18 miliar dengan nilai ekspor Indonesia sebesar USD 10,41 miliar sedangkan nilai impor sebesar USD 3,76 miliar. Dengan demikian, pada periode tersebut Indonesia mengalami surplus perdagangan sebesar USD 6,65 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini