3 Industri yang Jadi Primadona Ekspor Indonesia

Minggu 25 April 2021 16:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 25 320 2400435 3-industri-yang-jadi-primadona-ekspor-indonesia-90QCBz5jEb.jpg Ekspor RI Terus Meningkat. (Foto: Okezone.com/Pelindo 1)

JAKARTA - Kementerian Perindustrian mencatat tiga sektor primadona yang membuat kinerja ekspor menjadi gemilang, yaitu industri makanan dan minuman sebesar USD9,69 miliar, industri logam dasar mencapai USD5,87 miliar dan industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia sebesar USD4,18 miliar.

“Jika dilihat dari faktor pembentuknya, nilai ekspor sektor industri makanan didominasi oleh komoditas minyak kelapa sawit,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dikutip dari Antara, Minggu (25/4/2021).

Baca Juga: RI Kirim 11 Ton Ikan Beku ke Singapura

Sementara itu, berkat hilirisasi di sektor logam, ekspor produk besi dan baja Indonesia telah memberikan nilai tambah signifikan bagi devisa.

“Selanjutnya, berbagai produk kimia juga menjadi primadona ekspor nonmigas kita. Ini yang diharapkan bisa menjadi tulang punggung dari ekspor kita di masa yang akan datang,” imbuhnya.

Selama ini, produk-produk industri terbukti mampu menjadi pilar utama bagi capaian nilai ekspor nasional.

Baca Juga: RI Maksimalkan Potensi Jasa Konstruksi hingga Pariwisata di Asean

“Kami optimistis, capaian kinerja ekspor yang sangat baik di saat masa pandemi ini, menunjukkan bahwa pelaku industri kita mampu memanfaatkan peluang-peluang yang ada, sehingga dapat mendorong upaya mempercepat pemulihan ekonomi nasional,” papar Menperin.

Oleh karenanya, Agus memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada pelaku industri di tanah air yang masih agresif menembus pasar internasional di tengah tantangan kondisi pandemi saat ini.

“Selain mampu memenuhi kebutuhan domestik, industri kita juga sudah bisa membuat produk yang berkualitas dan kompetitif di pasar global,” ujarnya.

Diketahui, neraca perdagangan industri pengolahan nonmigas sepanjang Januari-Maret 2021 mengalami surplus sebesar USD3,69 miliar. Capaian positif ini merupakan hasil dari kinerja ekspor sektor manufaktur yang meningkat pada periode tersebut.

“Secara kumulatif, nilai ekspor industri pengolahan nonmigas pada Januari-Maret 2021 adalah sebesar USD38,96 miliar atau naik 18,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” kata Menperin Agus.

Menurut Agus, meskipun di tengah terpaan dampak pandemi COVID-19, kinerja pengapalan industri manufaktur masih mendominasi terhadap capaian nilai ekspor nasional.

“Sepanjang tiga bulan tahun ini, sektor manufaktur memberikan kontribusi terbesarnya hingga 79,66% dari total nilai ekspor nasional yang menyentuh USD48,90 miliar,” ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini