Miliki Potensi Besar Kembangkan Ekonomi Syariah, Ini Kekuatan Indonesia

Taufik Fajar, Jurnalis · Minggu 02 Mei 2021 19:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 02 320 2404410 miliki-potensi-besar-kembangkan-ekonomi-syariah-ini-kekuatan-indonesia-CcYEFkhtA1.jpg Ekonomi Syariah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Indonesia memiliki potensi luar biasa besar dalam pengembangan ekonomi syariah.

Berdasarkan The State of The Global Islamic Economy Report (SGIE Report) Tahun 2020/2021 menyebutkan bahwa Indonesia berada di posisi keempat.

Peringkat ini naik satu peringkat jika dibandingkan pada 2019 dalam memajukan perekonomian Islam, konsumsi produk-produk halal, serta peranan inovasi dalam ekonomi Islam, khususnya di sektor makanan, fesyen, kosmetik, farmasi, pariwisata, keuangan, dan media rekreasi.

Baca Juga: Wapres Ungkap Tantangan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah 

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional Arsjad Rasjid menyebutkan, sektor ekonomi syariah sangat luas jangkauannya, di antaranya industri perbankan syariah, keuangan nonbank, pasar modal, rumah sakit Islam, perhotelan, pariwisata, halal food, fesyen, dan lain sebagainya.

“Kadin akan berperan aktif untuk menggencarkan literasi ekonomi syariah di masyarakat. Terus terang, tingkat literasi kita masih rendah. Kita harus dorong terus agar potensi yang kita miliki dapat diberdayakan dengan sebaik-baiknya,” kata Arsjad yang juga Ketua Dewan Penyantun Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) di Jakarta, Minggu (2/5/2021).

SGIE Report 2020/2021 menjadi salah satu acuan penting yang fokus pada memberikan informasi dan analisis terkini tentang pengembangan ekonomi Islam global.

“Penilaian yang baik ini adalah bentuk pengakuan masyarakat internasional kepada Indonesia. Syukur alhamdulillah, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang memberikan peluang bagi tumbuhnya ekonomi berbasis syariah, dengan disertai insentif untuk mempermudah kalangan industri dan investasi di bidang infrastruktur, produk, dan jasa halal,” jelas Arsjad yang mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia, periode 2021-2026.

Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 28 Tahun 2020 tentang Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), pengembangan ekonomi dan keuangan syariah difokuskan pada empat hal, yaitu pengembangan industri produk halal, pengembangan industri keuangan syariah, pengembangan dana sosial syariah, serta pengembangan dan perluasan kegiatan usaha syariah.

“Kebijakan ini harus kita maknai dengan terus memperkokoh ekosistem ekonomi syariah di Indonesia,” ujar Arsjad.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini