Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Indonesia Masih Resesi,11 Sektor Usaha Ini Berdarah-darah

Rina Anggraeni , Jurnalis-Rabu, 05 Mei 2021 |11:58 WIB
Indonesia Masih Resesi,11 Sektor Usaha Ini Berdarah-darah
Resesi Ekonomi (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2021 minus 0,74% secara year on year (yoy). Angka ini berbanding terbalik dengan kuartal I-2020 yang tumbuh 2,97%.

Sedangkan secara quartal per quartal (q to q), pertumbuhan ekonomi RI masih terkontraksi 0,96% jika dibandingkan dengan kuartal IV-2020. Tercatat ekonomi kuartal IV-2020 sebesar minus 2,19%. Dengan demikian, Indonesia masih di jurang resesi.

Baca Juga: Breaking News: Ekonomi Kuartal I-2021 Minus 0,74%, Indonesia Masih Resesi 

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih minus ini menyebabkan beberapa sektor telah sakit kronis akibat pandemi Covid-19.

Adapun, dari 17 sektor, ada 6 tumbuh positif dan 11 sektor negatif. Rinciannya, 11 sektor yang masih negatif adalah transportasi dan pergudangan dengan -13,12%, akomodasi dan makan minum -7,26%, dan jasa lainnya -5,15%.

"Sektor yang masih tumbuh positif adalah informasi dan komunikasi sebesar 8,72%, pengadaan air 5,49% dan jasa kesehatan 3,64%. Kemudian adalah pertanian, pengadaan listrik dan gas dan real estate," ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam video virtual, Rabu (5/5/2021).

Saat ini, indikator pendukung lainnya pada pertumbuhan ekonomi kuartal I-2021 adalah produksi mobil yang pada kuartal I-2021 tercatat mencapai 255.312 unit, naik 23,36% secara q to q dan turun 22,16% yoy.

Sedangkan, penjualan mobil secara wholesale pada kuartal I/2021 mencapai 187.021 unit, meningkat 16,63% qtq dan turun 21,05% yoy. Penjualan sepeda motor secara wholesale pada kuartal I/2021 mencapai 1,29 juta unit, naik 64,52%. q to q, tapi turun 17,61% yoy.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement