Share

Utang Mantan Guru TK di Pinjol Ilegal Sisa Rp19 Juta

Avirista Midaada, Jurnalis · Selasa 25 Mei 2021 17:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 25 320 2415394 utang-mantan-guru-tk-di-pinjol-ilegal-sisa-rp19-juta-XTxeDNq4fo.jpg Uang Rupiah (Foto: Shutterstock)

KOTA MALANG - Mantan guru TK yang terjerat pinjaman online (pinjol) ilegal masih mempunyai tanggungan sekitar Rp19 juta kepada pinjol ilegal. Hasil itu berdasarkan hitung - hitungan dari pihak Baznas dan Ibu S dimana awalnya utang hingga Rp39 juta, sedangkan ada bantuan Rp26 juta dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Malang.

Kuasa hukum S Slamet Yuono menuturkan, penghitungan pinjol ilegal dimulai sejak bulan November 2020, hingga enam bulan ke depan, terakhir bulan Mei 2021.

"Sisa pinjamannya Rp19.075.000 dari 19 pinjol yang ilegal itu," ucap Slamet saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, pada Selasa siang (25/5/2021).

Baca Juga: Mantan Guru TK Korban Pinjol Ilegal Ingin Jualan Es Krim

Slamet menambahkan, saat ini pihaknya masih berupaya berkomunikasi dengan 19 pinjaman online ilegal yang menjerat Ibu S. Nantinya bila telah bisa berkomunikasi pihaknya bakal mendiskusikan terkait pembayaran utang pinjol ilegal yang diupayakan bisa dibayar pokoknya saja.

"Harapan kami bisa kami selesaikan pokoknya saja. Karena bantuan yang kami terima untuk penyelesaian pokok, harapannya penyelenggara pinjol ilegal ini bisa menerima itu. Satu sisi kami coba menyelesaikan pinjaman pokok, di satu sisi teror pinjaman online terhadap ilegal tetap akan kami ajukan proses hukum," terangnya.

Baca Juga: Ngeri! Diteror hingga Diancam Dibunuh, Penagihan Utang Pinjol Ilegal Bikin Trauma

Sedangkan sebelumnya, dari lima pinjol legal yang sempat memberikan pinjaman ke S, ada empat pinjol legal yang telah merelakan pinjaman pokok kepada Ibu S, sedangkan satu pinjol ini telah dilunasi oleh S. Disebutkannya, ada total Rp7.103.440 di empat pinjol yang diutangi S

"Untuk empat pinjol legal jumlahnya pinjaman pokok sebesar Rp7.103.440, karena satu pinjol sebelumnya sudah saya bayar pinjamannya," ungkap Slamet, secara terpisah kepada awak media.

Dari hasil komunikasinya dengan ke empat pinjol yang meminjamkan uang ke S, telah merelakan utang yang diberikan ke S, baik bunga, pokok, maupun denda dari pinjaman yang dimintakan S.

"Saat kami dihubungi, mereka kompak untuk tidak menagih atau melunaskan pinjaman ibu S. Sebelumnya kami dibantu AFPI untuk bisa menghubungi empat pinjol tersebut," tutur kuasa hukum S, Slamet Yuono.

Di sisi lain, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Malang sebagai lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah Kota Malang, telah menyerahkan uang sebesar Rp26.200.000 kepada S dan kuasa hukumnya untuk membayar pinjaman di 23 pinjol.

Sebelumnya, warga Malang, Melati, diteror 24 debt collector hingga nyaris bunuh diri. Tak hanya nyaris bunuh diri, Melati juga dipecat dari tempatnya mengajar, kehilangan pekerjaan sebagai guru TK dan kehilangan teman.

Setelah 13 tahun mengabdi sebagai guru TK di Malang, Melati harus menjadi sarjana. Syarat itu diwajibkan oleh pihak sekolah taman kanak-kanak tempat Melati mengajar. Dengan menyandang gelar S1, Melati bisa menjadi guru kelas, bukan lagi sebagai guru pendamping. Atas permintaan sekolah, Melati akhirnya mengambil jenjang S1 di Universitas Terbuka (UT).

Baznas Kota Malang akhirnya pun melunasi utang pokok Ibu S ke pinjol legal. Baznas menyerahkan uang senilai Rp26 juta kepada S, pada Jumat 21 Mei 2021 lalu. Nantinya uang ini bakal digunakan melunasi utang - utang Ibu S ke lima pinjol legal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini