Pendapatan Lesu, Laba Jasa Marga Anjlok 72% Jadi Rp161,8 Miliar

Aditya Pratama, Jurnalis · Senin 28 Juni 2021 12:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 28 278 2431958 pendapatan-lesu-laba-jasa-marga-anjlok-72-jadi-rp161-8-miliar-7y1NcJAVkA.jpg Saham Jasa Marga Anjlok (Shutterstock)

JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) mencatatkan penurunan laba bersih pada kuartal I-2021. Pada laporan keuangan per 31 Maret 2021, Perseroan mencatatkan laba sebesar Rp161,83 miliar atau turun 72,47 persen dibanding 31 Maret 2020 sebesar Rp587,92 miliar.

Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp3,49 triliun atau turun 16,40% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,17 triliun dengan laba per saham dasar Rp22,30.

Adapun pendapatan Perseroan terdiri atas pendapatan tol, pendapatan usaha lainnya (jasa pengoperasian jalan tol, pemeliharaan jalan tol, penjualan BBM SPBU, sewa lahan, sewa properti, penjualan properti, iklan, lainnya), dan pendapatan konstruksi.

Pendapatan tol menjadi penyumbang terbesar penjualan sebesar Rp2,54 triliun atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp2,53 triliun. Kemudian, pendapatan usaha lainnya tercatat Rp215,59 miliar atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp202,95 miliar, dan pendapatan konstruksi tercatat Rp736,73 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp1,44 triliun.

Baca Juga: Laba Pabrik Kertas Miliarder Eka Tjipta Anjlok hingga 52%

Jakarta-Cikampek mencatatkan pendapatan tertinggi di segmen tol perusahaan sebesar Rp333,21 miliar, disusul Cikampek-Padalarang sebesar Rp240,92 miliar, lalu JORR Seksi non S sebesar Rp221,13 miliar.

Untuk segmen tol anak usaha, Jalan Layang Cikampek (JJC) mencatatkan pendapatan tertinggi sebesar Rp139,41 miliar, disusul Surabaya-Mojokerto (JSM) sebesar Rp102,08 miliar, lalu Medan-Kualanamu (JMKT) sebesar Rp96,46 miliar.

Baca Juga: Medco Energi Kantongi Laba USD5,11 Juta di 3 Bulan Pertama 2021

JSMR mencatatkan adanya penurunan beban pokok pendapatan di kuartal I-2021 menjadi Rp1,83 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp2,38 triliun, beban konstruksi juga turun menjadi Rp730,28 miliar dari sebelumnya Rp1,43 triliun,

Sementara itu, beban tol dan usaha lainnya tercatat mengalami kenaikan menjadi Rp1,10 triliun dari sebelumnya Rp953,83 miliar, beban keuangan - neto juga naik menjadi Rp1,19 triliun dari sebelumnya Rp774,30 miliar.

Selain itu, kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi tercatat Rp662,14 miliar, kas neto yan digunakan untuk aktivitas investasi tercatat Rp1,87 triliun, dan kas neto yang diperoleh dari aktivitas pendanaan tercatat Rp2,02 triliun.

Jasa Marga mencatatkan liabilitas sebesar Rp80,81 triliun dan ekuitas Rp24,84 triliun. Adapun total aset perseroan meningkat menjadi Rp105,65 triliun dibanding tahun 2020 sebesar Rp104,08 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini