JAKARTA - Penggunaan BBM berkualitas dengan RON tinggi berkontribusi terhadap kualitas udara. Jika kualitas BBM bagus, berarti kandungan sulfur semakin kecil sehingga ketika masyarakat menggunakan BBM berkualitas, tentu akan mengurangi polusi udara.
Padahal di sisi lain, polusi udara dapat memunculkan penyakit kronis, yang merupakan kormobit Covid-19, seperti penyakit jantung, diabetes, dan gangguan pada paru-paru.
"Kalau kualitas bahan bakar bagus, maka kualitas udara pencemaran berkurang, artinya, semakin banyak kendaraan memakai BBM berkualitas, otomatis emisi yang keluar di udara juga semakin berkurang," ujar Guru besar kesehatan lingkungan Universitas Indonesia (UI) Profesor Budi Haryanto, Jakarta, Selasa (29/6/2021).
Oleh karena itu, Budi menyambut positif tren peningkatan konsumsi Pertamax series akhir-akhir ini yang mana kondisi tersebut harus dipertahankan dan terus ditingkatkan.
Bahkan, tambahnya, lebih baik lagi kalau penyediaan BBM dengan RON rendah dikurangi atau bahkan dihentikan, karena akan berdampak buruk terhadap kualitas udara.
Menurut dia, dampak polusi terhadap penyakit kronis membutuhkan waktu lama dan terus-menerus. Tidak serta-merta muncul kormobit, seperti jantung, diabetes, dan gangguan paru-paru.
"Itu sebabnya, tren peningkatan konsumsi Pertamax series harus dipertahankan dan selalu ditingkatkan. Ini untuk jangka panjang,” katanya.
Dikatakannya, udara yang bersih dan berkualitas memang penting, apalagi berbagai penelitian menunjukkan, terdapat hubungan antara polusi udara dan tingkat kematian penderita Covid-19.
Penelitian di Harvard, misalnya, mengungkapkan bahwa pasien Covid-19 di wilayah tinggi polusi memiliki risiko kematian lebih tinggi dibandingkan di wilayah rendah polusi.