Harga Emas Naik karena Menurunnya Imbal Hasil Obligasi AS

Antara, Jurnalis · Rabu 07 Juli 2021 08:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 07 320 2436712 harga-emas-naik-didorong-karena-menurunnya-imbal-hasil-obligasi-as-nfmXFl95mJ.jpg Harga Emas Naik. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

CHICAGO - Harga emas terus menguat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB) dengan mendekati level psikologis USD1.800. Harga emas pun mencatat kenaikan sesi keempat berturut-turut.

Naiknya harga emas didukung turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Sementara itu, investor sedang mengamati risalah pertemuan kebijakan terakhir Federal Reserve.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange naik USD10,9 atau 0,61% menjadi USD1.794,20 per ounce. Akhir pekan lalu, Jumat (2/7/2021), emas berjangka juga terangkat USD6,5 atau 0,37% menjadi USD1.783,30.

Baca Juga: Menguat, Harga Emas Dekati Level USD1.800/Ounce

Imbal hasil obligasi 10 tahun pemerintah AS yang menjadi acuan mencapai titik terendah dalam dua minggu. Hal tersebut meningkatkan daya pikat emas karena cenderung menurunkan peluang kerugian memegang emas.

​​​​​​​"Apa yang kami lihat dalam beberapa hari terakhir adalah bank sentral menolak gagasan menaikkan suku bunga sebelum waktunya," kata Analis ThinkMarkets Fawad Razaqzada, dikutip dari Antara, Rabu (7/7/2021).

Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Lagi, Paling Murah Rp519.500

"Investor menyadari bahwa kebijakan moneter secara historis akan tetap sangat longgar dan itulah salah satu alasan mengapa kami melihat imbal hasil obligasi turun, yang membantu menstabilkan harga emas setelah jatuh tajam pada Juni," kata Razaqzada.

Fokus pada risalah pertemuan terbaru Fed, dijadwalkan akan diumumkan Rabu waktu setempat. Di mana sebelumnya Fed cenderu bersikap hawkish bulan lalu.

Pembuat kebijakan memproyeksikan dimulainya kenaikan suku bunga pada 2023, mendorong emas mundur di bawah USD1.800. Namun emas mendapatkan kenaikan karena beberapa pijakan setelah data menunjukkan tingkat pengangguran AS sedikit lebih tinggi.

"Kami percaya masih ada semangat dalam logam mulia, karena inflasi akan terbukti sementara, yang menyiratkan bahwa perkiraan pasar untuk kebijakan Fed terlalu hawkish," kata TD Securities dalam sebuah catatan.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun 32,7 sen atau 1,23% menjadi USD26,174 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun USD3,7 atau 0,34% menjadi USD1.084 per ounce.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini