Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Percepat Vaksinasi, Erick Thohir Dukung Bio Farma Tingkatkan Produksi Vaksin Covid-19

Tim Okezone , Jurnalis-Sabtu, 10 Juli 2021 |16:05 WIB
  Percepat Vaksinasi, Erick Thohir Dukung Bio Farma Tingkatkan Produksi Vaksin Covid-19
Erick Thohir Dukung Bio Farma Tingkatkan Produksi Vaksin Covid-19 (Foto: Dokumentasi KBUMN)
A
A
A

BANDUNG - Dalam upaya memacu ketersediaan dosis vaksin siap pakai untuk mempercepat program vaksinasi nasional, Menteri BUMN Erick Thohir mendukung upaya PT Bio Farma (Persero) meningkatkan produksi vaksin per hari di tengah PPKM Darurat ini.

Dengan produksi dosis vaksin COVID-19 yang setiap bulannya mencapai 12 juta dosis, Bio Farma didorong untuk menaikkan produksi hingga dua kali lipat.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Erick Thohir saat meninjau Bio Farma di Bandung, Jawa Barat, hari ini. Dalam kunjungan yang didampingi Dirut Bio Farma Honesti Basyir, Menteri BUMN ingin memastikan kelancaran proses akhir vaksin-vaksin COVID-19, baik berupa bahan baku (bulk) dan vaksin jadi, yang telah didatangkan dari sejumlah negara.

Baca Juga: Warga Pinggiran Jangan Takut Kehabisan Vaksin dan Bansos Ya! Ini Perintah Luhut

Hingga 1 Juli lalu, Indonesia sudah 19 kali kedatangan vaksin, baik yang didatangkan langsung dari negara produsen atau melalui jalur multilateral COVAX Global Alliance for Vaccine and Immunization (GAVI).

"Dari data terakhir, kita sudah menerima 105,5 juta bahan baku vaksin atau setara dengan 85 juta dosis vaksin jadi dan 14,2 juta vaksin yang langsung jadi. Dari jumlah tersebut, saya mengecek ke Bio Farma, berapa yang sudah distribusikan ke seluruh Indonesia dan di tengah situasi pandemi yang meningkat ini, saya support agar produksinya ditingkatkan semaksimal mungkin agar penyebaran vaksin lebih cepat, terutama untuk provinsi yang berstatus zona merah," ujar Erick Thohir di Bandung, Jakarta, Sabtu (10/7/2021).

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement