Indocement Bagikan Dividen Rp500/Saham

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Senin 12 Juli 2021 13:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 12 278 2439336 indocement-bagikan-dividen-rp500-saham-MfACPzmipd.jpg Indocement Bagikan Dividen (Foto: Shutterstock)

JAKARTAPT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) akan membagikan dividen tunai sebanyak Rp500 per saham dari laba bersih tahun buku 2020 yang diperoleh sebesar Rp1,8 triliun. Hal ini diputuskan dalam Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST).

Direktur dan Corporate Secretary Indocement Tunggal Prakarsa Oey Marcos mengatakan, perseroan menyetujui seluruh penggunaan laba bersih tahun berjalan untuk tahun buku 2020 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas perseroan dibagikan sebagai dividen tunai kepada pemegang saham.

Baca Juga: Indocement Raup Pendapatan Rp3,4 Triliun di Kuartal I-2021

Perseroan juga akan mengambil sebesar Rp862,55 miliar atau sebesar 4,75% dari saldo laba ditahan yang belum ditentukan penggunannya tersebut untuk dibagikan sebagai dividen tunai kepada pemegang saham. Maka demikian, besarnya total final dividen yang diterima oleh pemegang 1 saham adalah Rp725, dimana sebesar Rp225 per saham telah didistribusikan kepada pemegang saham sebagai dividen interim tunai pada bulan Desember 2020 dan sisanya sebesar Rp500 per saham akan didistribusikan dalam bentuk dividen tunai ke pada pemegang saham pada bulan Agustus 2021.

Baca Juga: Indocement Tebar Dividen Interim Rp225 per Saham

Berdasarkan data RTI, total saham yang dimiliki Indocement Tunggal Prakarsa saat ini sebesar 3,681,231,699. Apabila dikalikan dengan Rp500 per saham, maka besaran dividen yang akan dibagikan sebanyak Rp1,8 triliun. Dengan memperhatikan ketentuan Bursa Efek Indonesia (BEI), untuk periode cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi adalah hari Jumat, 16 Juli 2021, serta ex dividen-nya adalah hari Senin, 19 Juli 2021.

Sedangkan cum dividen untuk pasar tunai adalah hari Rabu, 21 Juli 2021 dan ex dividen-nya adalah hari Kamis, 22 Juli 2021. Pembayaran dividen dilakukan sejak hari Rabu, 11 Agustus 2021. Pajak atas dividen tunai akan diberlakukan sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku di Indonesia. Di sisi lain, Indocement Tunggal Prakarsa mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) yang tidak jauh berbeda dibandingkan tahun lalu, yakni sekitar Rp1,1 triliun. Tidak adanya ekspansi baru tahun ini menjadi dasar alokasi capex yang relatif sama tersebut.

Chief Executive Officer Indocement Tunggal Prakarsa, Christian Kartawijaya menjelaskan, kapasitas semen di Indonesia saat ini lebih besar dari permintaan yang ada sehingga terjadi kelebihan kapasitas. Hal inilah yang mendasarkan perseroan untuk tidak ekspansi di tahun ini. Disebutkan, kapasitas semen nasional pada 2020 mencapai 115 juta ton, sedangkan permintaan semen mencapai 62 juta ton. Rendahnya permintaan konsumen itu menyebabkan terjadinya kelebihan kapasitas sekitar 53 juta ton.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini