Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ada Audit, Laba PAM Mineral (NICL) Jadi Rp45,8 Miliar

Aditya Pratama , Jurnalis-Kamis, 19 Agustus 2021 |13:29 WIB
Ada Audit, Laba PAM Mineral (NICL) Jadi Rp45,8 Miliar
PAM Mineral Kinerja Operasional. (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - PT PAM Mineral Tbk (NICL) mencatatkan peningkatan kinerja operasional di 2020. Berdasarkan laporan keuangan 2020 yang telah diaudit, laba operasional NICL Rp45,8 miliar atau lebih tinggi 36,6% dibandingkan dengan laporan keuangan in-house 2020, yang telah diterbitkan NICL pada laporan sebelumnya, yang hanya mencatatkan laba operasional sebesar Rp.33,5 miliar.

Sedangkan laba bersih di 2020 sebesar Rp32 miliar atau lebih tinggi 12,5% dibandingkan laporan keuangan in-house 2020, yang telah diterbitkan NICL pada laporan sebelumnya, yang hanya mencatatkan laba bersih sebesar Rp28,4 miliar.

Baca Juga: Bisnis Nikel Cerah Didukung Kendaraan Listrik Berkah bagi PAM Mineral

Peningkatan ini disebabkan adanya penurunan nilai beban pokok penjualan pada laporan in-house 2020 NICL yang tercatat sebesar Rp147,9 miliar sedangkan berdasarkan laporan audit NICL, beban pokok penjualan tercatat sebesar Rp116,6 miliar atau lebih rendah 21,2%. Hal ini tentunya juga menopang gross profit dan operating profit yang lebih besar dibandingkan yang tercatat pada buku inhouse.

Margin gross profit dan operating profit NICL masing-masing sebesar 50,3% dan 36,6%. 

Baca Juga: PAM Mineral Incar Kenaikan Laba 263% Tahun Ini

Selain itu, NICL juga mencatatkan nilai aset lancar yang lebih tinggi pada laporan buku audit. Total nilai aset lancar NICL sebesar Rp124,1 miliar, lebih tinggi sebesar 11,9% dibandingkan dengan nilai asset lancar pada buku in-house 2020 yang hanya sebesar Rp110,8 miliar. Kondisi tersebut disebabkan karena posisi nilai uang muka dan dibayar dimuka yang mengalami kenaikan dari Rp1,9 miliar menjadi Rp23,0 miliar.

Secara keseluruhan NICL mencatatkan nilai total asset nya sebesar Rp.189,7 atau lebih tinggi 7,7% dari laporan keuangan Inhouse. Demikian dikutip dari keterangan PAM Mineral, Kamis (19/8/2021).

Di sisi lain, NICL mencatatkan nilai hutang sebesar Rp.82,9 miliar atau lebih tinggi sebesar 11,7% dari yang tercatat di posisi laporan keuangan in house 2020. Peningkatan ini terjadi karena adanya peningkatan posisi hutang jangka pendek yaitu sebesar 12,3% dari Rp.69,8 miliar menjadi Rp.78,4 miliar.

Pada posisi ekuitas NICL mencatatkan nilai ekuitas sebesar Rp.106,7 miliar, lebih tinggi sebesar 4,7% dari posisi inhouse 2020.

(Feby Novalius)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement