Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Peran Elon Musk, Orang Terkaya Dunia di Proyek Satelit Kebanggaan Indonesia

Hafid Fuad , Jurnalis-Kamis, 19 Agustus 2021 |16:55 WIB
Peran Elon Musk, Orang Terkaya Dunia di Proyek Satelit Kebanggaan Indonesia
Elon Musk Terlibat Dalam Pengembangan Satelit Multifungsi Indonesia Raya. (Foto: Okezone.com/istock)
A
A
A

JAKARTA- Proyek Satelit Multifungsi (SMF) Indonesia Raya 1 (SATRIA-1) menjadi proyek kebanggaan Bangsa. Tidak tanggung-tanggung, proyek ini ikut melibatkan perusahaan SpaceX yang dibangun Elon Musk.

Perusahaan Space Exploration Technologies Corporation, atau Space X memiliki bisnis utama mulai dari desain, pembuatan, hingga menerbangkan roket dan pesawat luar angkasa.

Perusahaan ini telah mengembangkan roket Falcon yang ingin menjadi kendaraan peluncuran dan dapat dipakai ulang.

Baca Juga: Progres Pembangunan Satelit SATRIA-1 Capai 33 Persen

"Peluncuran akan dilakukan dengan menggunakan roket Falcon 9-5500 yang diproduksi oleh Space X Amerika Serikat," ujar Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo, Anang Latif, dalam peletakan batu pertama ruang kendali SATRIA-1 beberapa waktu lalu di Cikarang.

Sementara itu untuk komponen pembuatan satelit sendiri akan diserahkan ke perusahaan asal Prancis Thales Alenia Space.

"Pabrikan Proyek SATRIA adalah Thales yang bermarkas di Prancis. Thales Alenia Space merupakan perusahaan pembuat satelit ternama yang ditunjuk sebagai kontraktor pembuat satelit untuk proyek ini," jelasnya.

Proyek tersebut akan menjadi penyedia akses internet pita lebar (broadband internet access) melalui satelit di seluruh wilayah Indonesia. Satelit SATRIA akan menjadi satu solusi bagi infrastruktur telekomunikasi Indonesia untuk mengatasi digital gap, satelit lebih memungkinkan menjangkau seluruh pelosok negeri ini.

Baca Juga: Mengenal Satelit Satria yang Ditargetkan Mengorbit 2023

Proyek SMF SATRIA ini dikerjasamakan dalam skema KPBU (Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha) dengan Kominfo bertindak selaku penanggung jawab proyek kerja sama (PJPK) melalui Badan Layanan Umum BAKTI Kominfo.

Konsorsium PSN membentuk Satelit Nusantara Tiga (SNT) sebagai Badan Usaha Penyelenggara (BUP) terkait proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Satelit Multifungsi ini. Konsorsium PSN merupakan konsorsium perusahaan-perusahaan dalam negeri, di mana PSN sebagai salah anggota konsorsium adalah perusahaan satelit swasta pertama di Indonesia yang telah memiliki pengalaman sebagai satelit operator untuk wilayah Indonesia dan Asia selama hampir 30 tahun.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan pemerintah menggandeng berbagai pihak yang sudah profesional dalam membangun komponen-komponen Satelit Satria I. "Proyek Satelit SATRIA-1 ini bentuk nyata upaya Kementerian Kominfo untuk menyediakan konektivitas yang inklusif dan merata hingga ke seluruh pelosok negeri, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T),” tutur Menkominfo, Johnny G Plate dalam kesempatan sama.

SATRIA-1 akan dapat menyediakan kecepatan kurang lebih 5 Mbps/titik lokasi. Kapasitas ini untuk tahap awal akan mencukupi untuk melayani akses internet yang dibutuhkan oleh 150 ribu titik layanan publik, yang tersebar di di 93.900 titik sekolah dan pesantren, 47.900 titik di pemda/kecamatan/desa, 3.900 titik kantor polisi/TNI di wilayah 3T, 3.700 titik puskesmas/rumah sakit, dan 600 titik layanan publik lainnya.

Sementara dalam membangun sistem gateway jaringannya, Indonesia menggandeng perusahaan asal China, Great Wall Industry Corporation (CGWIC) bersama North West China Research Institute of Electronics Equipment (NWIEE).

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement