Harga Batu Bara Naik, Laba Bersih Indo Tambangraya Meroket 312%

Jum'at 20 Agustus 2021 13:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 20 278 2458427 harga-batu-bara-naik-laba-bersih-indo-tambangraya-meroket-312-NFirOyONbw.jpg Indo Tambangsaya Bukukan Laba Semester I. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) membukukan laba bersih USD118 juta atau melonjak 312% dibanding periode yang sama tahun 2020 yang tercatat sebesar USD29 juta. Hasil itu melonjakan laba bersih per saham menjadi USD0,11.

Direktur Utama ITMG Mulianto mengatakan, pertumbuhan laba ditopang keuntungan dari momentum kenaikan harga batu bara dan menerapkan efisiensi biaya. Terlebih, program vaksinasi dan penerapan normalitas baru di seluruh dunia telah mendorong pemulihan konsumsi dan permintaan energi, sehingga harga mulai berangsur naik semenjak Oktober tahun lalu.

Baca Juga: Indo Tambangraya Bukukan Laba Bersih USD39,4 Juta atau Anjlok 69,76%

”Indeks Newcastle mencatat harga batu bara menyentuh USD31,41 per ton pada akhir Juni 2021. Sepanjang paruh pertama 2021, perusahaan mencatat perolehan rata-rata harga batu bara sebesar USD74,7 per ton, naik 34% dari USD55,7 per ton secara tahunan dengan total volume penjualan 9,0 juta ton,” ujarnya, dikutip dari Harian Neraca, Jumat (20/8/2021).

Baca Juga: ITMG Bagikan Dividen hingga USD35,5 Juta

Disampaikannya, kenaikan harga itu mendorong penjualan bersih tercatat sebesar USD676 juta pada paruh pertama, sedangkan marjin laba kotor naik 18% dari paruh pertama tahun lalu menjadi 34% pada paruh pertama tahun ini. Selain itu, ITMG telah mendapatkan 79% dari kontrak penjualan yang ditargetkan sebesar 21,5-22,4 juta ton untuk tahun ini.

Tercatat sebanyak 56% harga jualnya telah ditetapkan, 24% lagi mengacu pada indeks harga batu bara, sedangkan 21% belum terjual. Perseroan di semester pertama tahun ini telah menjual 9,0 juta ton batu bara yang meliputi Tiongkok sebesar 2,7 juta ton, Indonesia sebesar 1,7 juta ton, Jepang sebesar 1,4 juta ton, Filipina sebesar 0,7 juta ton, dan Thailand sebesar 0,7 juta ton.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini