Indo Tambangraya Bukukan Laba Bersih USD39,4 Juta atau Anjlok 69,76%

Rabu 24 Februari 2021 13:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 24 278 2367492 indo-tambangraya-bukukan-laba-bersih-usd39-4-juta-atau-anjlok-69-76-wLSmZkWoiP.jpg Laba Indo Tambangraya Anjlok. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mencatatkan laba bersih sebesar USD39,46 juta pada 2020. Laba tersebut anjlok 69,76% dibanding akhir 2019 sebesar USD129,42 juta.

Sehingga, laba per saham dasar turun menjadi USD0,04 dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar USD0,12. Kemudian pendapatan bersih sepanjang 2020 tercatat sebesar USD1,185 miliar atau terkoreksi 30,9% dibanding tahun 2019 sebesar USD1,715 miliar.

Tapi beban pokok penjualan tercatat sebesar USD986,18 juta atau turun 28,96% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar USD1,388 miliar. Sehingga laba kotor turun 38,95% menjadi USD199,15 juta.

Baca Juga: Dikerjakan Anak Usaha, Eksplorasi ITMG Habiskan Dana Rp1,54 Miliar

Sedangkan pada sisi ekuitas tercatat sebesar USD846,29 juta atau turun 4,29% dibanding akhir 2019 yang tercatat sebesar USD884,46 juta. Adapun total kewajiban tercatat sebesar USD312,33 juta atau turun 3,7% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar USD324,57 juta.

Kemudian aset perseroan tercatat sebesar USD1,158 miliar atau turun 4,21% dibanding akhir tahun 2019 yang tecatat sebesar USD1,209 miliar.

Selanjutnya arus kas diperoleh dari aktivitas operasi tercatat sebesar USD172,74 juta naik 93,25% dibanding akhir 2020 yang tercatat sebesar USD89,45 juta.

Tahun ini, perseroan akan fokus memperluas pasar ke negara berkembang. Selain itu, dalam memacu pertumbuhan bisnisnya juga mengkaji proyek hilirisasi sebagai bentuk diversifikasi bisnis.

Baca Juga: Indo Tambangraya Megah Raup Laba Bersih USD261,95 Juta

Direktur Hubungan Investor Indo Tambangraya Megah, Yulius Gozali mengatakan, langkah tersebut sejalan dengan pertumbuhan permintaan batu bara yang terus meningkat di pasar Asean dan Asia Pasifik. Seperti diketahui, sumber volume penjualan terbesar perseroan berasal dari Tiongkok yang digunakan untuk pembangkit energi.

“Meski demikian, rencana tersebut akan kami lakukan sembari menjaga pasar eksisting kami, seperti Tiongkok, Jepang, dan India,” ungkapnya, dikutip dari Harian Neraca, Rabu (24/2/2021).

Yulius menambahkan, selain perluasan pasar, saat ini perseroan tengah mengkaji kelayakan beberapa proyek hilirisasi sebagai upaya diversifikasi bisnis. Rencana ini menjadi peluang perseroan untuk menambah margin pendapatan di sepanjang rantai nilai energi.

“Mengenai target pendapatan dan laba bersih pada akhir tahun 2021 nanti akan bergantung harga batu bara yang berfluktuasi,” jelasnya.

Adapun untuk memuluskan rencana tersebut, Indo Tambangraya Megah akan menganggarkan belanja modal yang bersumber dari kas internal. Namun, perseroan belum dapat memberikan angka pasti lantaran dalam tahap finalisasi.

Sementara itu, kalangan analis meyakini besarnya permintaan batu bara dunia yang sejalan dengan ekspektasi pemulihan ekonomi bakal berdampak positif terhadap kinerja keuangan Indo Tambangraya Megah. Perseroan juga diuntungkan oleh akuisisi perusahaan tambang batu bara berkalori rendah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini