Menurut data yang dimiliki Presiden, pada semester pertama 2021 dari Januari-Juni 2021 ekspor sektor pertanian Indonesia mencapai Rp282 triliun atau 1,95 miliar dolar AS atau meningkat 4,05 persen dibanding periode yang sama pada 2020 yaitu sebesar Rp247 triliun atau 1,71 miliar dolar AS.
"Masih banyak potensi komoditas ekspor yang perlu terus kita kembangkan, misalnya minggu kemarin saya melihat yang namanya porang, ini bisa menjadi komoditas baru yang memberikan nilai tambah bagi petani," kata Presiden Jokowi.
Apalagi, menurut Presiden, meski Indonesia masih menghadapi ketidakpastian perekonomian, namun perekonomian Indonesia pada kuartal kedua 2021 masih mampu tumbuh 7,07 persen year on year (yoy) dengan tingkat inflasi terkendali yaitu di angka 1,52 persen yoy.
"Angka itu jauh di bawah target inflasi yaitu 3 persen, tapi kita juga tahu inflasi yang rendah juga bisa bukan hal yang menggembirakan karena bisa saja ini mengindikasikan turunnya daya beli masyarakat akibat pembatasan aktivitas dan mobilitas," ungkap Presiden Jokowi.
Artinya pada kuartal ketiga 2021, pemerintah harus tetap waspada dalam mengatur keseimbangan antara kesehatan dan ekonomi.
"Mengatur rem dan gas, penyebaran COVID-19 tetap harus bisa kita kendalikan dan masyarakat yang rentan harus bisa kita lindungi," tegas Presiden Jokowi.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.