Sri Mulyani Antisipasi Dampak Tapering Off terhadap Rupiah

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 30 Agustus 2021 15:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 30 320 2463355 sri-mulyani-antisipasi-dampak-tapering-off-terhadap-rupiah-9IswtYWelx.jpg Sri Mulyani Antisipasi Kebijakan The Fed. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah mengantisipasi kebijakan tapering off yang akan dilakukan Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Fed. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pihaknya mewaspadai kebijakan tapering off yang bisa membuat dolar AS menguat terhadap rupiah.

Tapering off merupakan kebijakan mengurangi stimulus moneter yang dikeluarkan Bank Sentral saat perekonomian sedang terancam dan membutuhkan banyak suntikan likuiditas.

Baca Juga: Daftar Pahlawan yang Wajahnya Tercetak di Uang Rupiah

"Antisipasi pergerakan Rupiah harus diwaspadai. Ini semua faktor yang sangat menentukan gerakan suku bunga internasional maupun denominasi dolar dari yield-nya," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (30/8/2021).

Kata dia, Rupiah terdepresiasi 2,3% sejak akhir 2020 hingga saat ini (year to date/ytd). Meski terkoreksi, angkanya diklaim belum terlalu dalam dibandingkan dengan negara lain.

"Dibandingkan dengan negara emerging market lain koreksinya lebih dalam. Indonesia relatif masih baik," bebernya.

Baca Juga: Transaksi Dagang RI-China Pakai Rupiah dan Yuan, Bye Dolar AS!

Dia menambahkan, persepsi investor terhadap risiko Indonesia dilihat dari CDS telah membaik dan mendekati awal tahun, yaitu di 67,8

"Bandingkan dolar dengan rupiah harusnya ada faktor depresiasi perbedaan inflasi dan CDS risiko di Indonesia awal tahun," tandasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini