Sejarah! Pabrik Baterai Mobil Listrik di RI Mulai Dibangun 15 September

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 08 September 2021 15:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 08 320 2468150 sejarah-pabrik-baterai-mobil-listrik-di-ri-mulai-dibangun-15-september-eeYpEiwAQ0.jpg Pembangunan pabrik baterai listrik (Foto: Okezone)

JAKARTA - Indonesia segera memiliki industri baterai kendaraan listrik terintegrasi. Menteri Investasi/Kepala BKPM menyebutkan pemasangan tiang pancang (groundbreaking) pabrik baterai kendaraan listrik pada 15 September 2021.

Baca Juga: Bamsoet: Indonesia Siap Menyongsong Era Kendaraan Listrik

"Insya Allah tanggal 15 besok September kita sudah mulai groundbreaking pembangunan pabrik LG yang kami teken di awal tahun 2021," kata Bahlil dalam video virtual, Rabu (8/9/2021).

Dia merinci keseluruhan dana dikucurkan untuk proyek tersebut ialah sebesar USD9,8 miliar Tahap awal proyek ini akan membangun pabrik dengan kapasitas daya 10 giga watt hours (GWh).

Baca Juga: Konversi Motor BBM ke Listrik, Ongkos Bensin Lebih Hemat Rp125 Ribu/Bulan

"Kita bangunnya dari hulu, lalu kita hajar bangun bateray cell-nya tapi bukan dari smelter. Agar nilai tambah dimanfaatkan," katanya.

Selanjutnya, Indonesia menjadi salah satu negara produsen terbesar baterai mobil listrik dunia. Sebab, 20% cadangan nikel di dunia berada di Indonesia.

"Cadangan nikel di dunia, 20% ada di Indonesia. Kita ingin Indonesia menjadi salah satu negara produsen terbesar untuk pembangunan baterai mobil," katanya.

Menurutnya, sumber daya Nikel merupakan anugerah yang diberikan Tuhan kepada Indonesia, yang bisa dijadikan sebagai bahan baku untuk membangun baterai mobil. "Nikel ini ternyata adalah sebuah anugerah dari Allah yang diberikan ke Indonesia yang dijadikan bahan baku untuk membangun baterai mobil," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini