Sandiaga Uno Bangga Industri Penyiaran Berkembang di Tengah Pandemi Covid-19

Michelle Natalia, Jurnalis · Rabu 15 September 2021 13:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 15 320 2471716 sandiaga-uno-bangga-industri-penyiaran-berkembang-di-tengah-pandemi-covid-19-xWg3lckgj2.jpg Industri Penyiaran di Tengah Pandemi. (Foto: Okezone.com)

Dia mengatakan bahwa ada dua hal yang ditayangkan televisi, yaitu informasi dan hiburan. Informasi terdiri dari hard news, soft news, feature, talk show, dan infotainment. Hiburan sebagaimana diketahui ada drama seperti sinetron, kartun, ftv, film, dan ada games, musik, sulap, tarian, dan yang lainnya.

"Semua ini selalu mencerminkan bentuk kesatuan kita sebagai bangsa Indonesia. Dengan adanya perkembangan teknologi digital, televisi tidak lagi di rumah, tapi juga dari gadget. Yang kami dapatkan, dari 2019 pertumbuhan menonton TV per jamnya per hari itu memang meningkat. Di tahun 2016, rata-rata orang menonton televisi selama 4 jam 54 menit, tapi di 2019 menjadi 4 jam 59 menit," ujar Syafril.

Jadi, penonton televisi beralih pada menonton menggunakan internet, di mana pada tahun 2016, rata-rata orang-orang menonton lewat internet selama 2 jam 26 menit, tapi sangat signifikan di tahun 2019 menjadi 3 jam 20 menit. Ini menunjukkan pertumbuhan yang jauh berbeda antara menonton tayangan di televisi dan internet.

"Yang menonton televisi memang lebih banyak, tapi dari jumlah kuantitasnya lebih sedikit. Televisi sampai hari ini masih merupakan salah satu aset bangsa, karena sarana strategis dalam menyediakan informasi dan hiburan bagi masyarakat, juga sebagai motor penggerak ekonomi karena dapat menumbuhkan pasar melalui jasa dan iklan, juga membina jati diri bangsa," jelas Syafril.

Hal ini yang diberikan oleh televisi sampai hari ini. Jika dilihat perkembangan televisi Indonesia, Indonesia merupakan negara paling banyak stasiun televisinya di dunia. Di mana pada tahun 2019, Indonesia memiliki 689 jumlah televisi antara SSC dan non SSC. Dalam persaingan itu, sangat ketat sehingga bisa menjurus pada persaingan tidak sehat.

"Di televisi, paling utama adalah konten. Semakin banyak konten bagus, maka akan semakin banyak televisi itu ditonton orang. Kontenlah yang paling utama," tambahnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini