5 Negara Tanpa Pajak Penghasilan

Hafid Fuad, Jurnalis · Rabu 15 September 2021 14:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 15 320 2471755 5-negara-tanpa-pajak-penghasilan-cECB7FBJLn.jpg 5 Negara Tanpa Pajak Penghasilan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - 5 negara tanpa pajak penghasilan seperti Uni Emirat Arab hingga Bahama tidak memberlakukan pembayaran pajak di negaranya. Padalah di negara lain seperti Indonesia, membayar pajak adalah salah satu kewajiban yang harus ditaati penduduk.

Pajak yang diperoleh negara pun akan dikembalikan lagi untuk mensejahterakan rakyat dan membangun infrastruktur seperti jalan raya, fasilitas umum, bantuan sosial dan lain-lain.

Di Indonesia perpajakan masih pelik dan tampaknya masih memerlukan waktu cukup lama untuk menemukan solusi terbaik. Besarnya jumlah penduduk Indonesia tidak sebanding dengan tingkat penerimaan atau pemasukan pajak negara.

Dari sekian banyak komponen pajak, pajak penghasilan (PPh) adalah salah satunya. PPh ini hanya dikenakan kepada warga negara yang memiliki penghasilan sendiri.

Baca Juga: Daftar 11 Sembako yang Bakal Kena Pajak

Namun ternyata ada beberapa negara yang sama sekali tidak menarik PPh bagi warga negaranya. Negara-negara mana sajakah itu?

Negara negara tersebut umumnya nyaman untuk ditinggali, namun mengambil keuntungan dari hidup di negara tanpa pajak tidak semudah itu.Berikut negara-negara yang tidak menarik PPh warganya:

1. Uni Emirat Arab

Di Timur Tengah terdapat beberapa negara yang tidak memberlakukan pembayaran pajak penghasilan. Salah satunya adalah Uni Emirat Arab (UEA). Karena sistem pemerintahan dan ekonominya yang relatif stabil.

Uni Emirat Arab, memiliki pendapatan per kapita tertinggi di dunia. Tidak ada istilah perpajakan di negara tersebut, semua warga negara berhak menggunakan seluruh pendapatan untuk kepentingannya masing – masing tanpa ada potongan pajak.

UEA memiliki perekonomian yang berkembang dan lingkungan yang lebih multikultural daripada mayoritas negara lainnya di Timur Tengah.

Baca Juga: Alasan Sri Mulyani Pajaki Sembako hingga Sekolah

Fasilitas pendidikan juga dibangun dengan sangat baik. Meski praktik KKN masih menjadi perhatian utama, tetapi aturan hukum yang diimplementasikan dinilai relatif baik.

2. Kepulauan Bahama

Bahama mendapatkan penghasilan utama dari wisata dan offshore banking. Mereka mampu membuat perekonomiannya tetap stabil. Tidak ada potongan pajak penghasilan bagi warga negaranya. Namun begitu, ada biaya khusus untuk barang impor, kontribusi asuransi nasional dan pajak properti.

Menikmati bebas pajak penghasilan di Bahama tergantung pada tempat tinggal, bukan berdasarkan pada status kewarganegaraan.

Seseorang dapat memenuhi persyaratan untuk tinggal di Bahama dengan membayar Annual Residence Permit (Izin Tinggal Tahunan) atau memperoleh status penduduk permanen berdasarkan pembelian real estat di kepulauan ini.

Secara keseluruhan, Bahama memiliki infrastruktur dan layanan publik yang baik. Satu bidang yang dianggap sedikit di bawah standar adalah kedokteran.

Banyak ekspatriat AS, yang memilih untuk membeli rumah di Bahama, masih kembali ke AS untuk melakukan perawatan medis rutin mereka.

3. Bermuda

Bermuda merupakan negara yang bebas pajak penghasilan. Lebih menarik dibanding Bahama. Namun lokasinya terpencil sehingga Bermuda menjadi salah satu tempat tinggal dengan ongkos termahal di dunia Barat.

Bayangkan satu galon atau sekitar 4,5 liter susu harus dibayar dengan harga antara USD10 (Rp142.500) hingga USD 15 (Rp213.700) (tahun 2019). Bahkan sebuah apartemen sederhana dapat mencapai USD2.000 (Rp28,5 juta) sebulan, atau lebih dari ini.

Bermuda jauh lebih berkembang daripada kebanyakan pulau lain di Karibia, dengan jalan dan alat transportasi umum yang sangat bagus.

Mayoritas ekspatriat AS yang tinggal di Bermuda dipekerjakan di sektor keuangan di negara ini.

4. Oman

Tidak jauh berbeda seperti negara-negara Timur Tengah, sebagian besar pendapatan Oman diperoleh dari minyak mentah. April lalu, pendapatan negara dari sektor minyak mentah naik 35% ke angka USD8,49 miliar dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Minyak mentah telah menopang 71% dari total anggaran negara. Meski tak ada pajak pendapatan pribadi, warga negara harus memberikan kontribusi sebesar 6,5% dari pendapatan untuk fasilitas sosial dan keamanan.

5. Kuwait

Kuwait tidak mengenakan pajak atas penghasilan atau kekayaan bersih yang diperoleh orang pribadi baik residen maupun nonresiden. Undang-undang pajak Kuwait juga tidak memberlakukan withholding tax.

Negara ini dikenal sebagai eksportir minyak terbesar ke-6 di dunia, dengan pendapatan sektor minyak mencapai USD63,5 miliar pada periode April-November tahun lalu. Sektor minyak mendanai 95% anggaran negara.

Warga negara Kuwait harus menyisihkan 7,5% dari gaji per bulan untuk fasilitas sosial dan keamanan, sementara perusahaan harus membayar 11%. Meski merupakan salah satu negara terkaya di dunia, pemogokan dan protes dari sektor pekerja banyak terjadi dan menyebabkan pemerintah menaikkan upah pekerja sebesar 25%.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini