Hati-Hati! Sri Mulyani Ungkap Ekonomi RI Hadapi Masalah Baru

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 23 September 2021 12:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 23 320 2475672 hati-hati-sri-mulyani-ungkap-ekonomi-ri-hadapi-masalah-baru-1TdqNJpV0Q.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mewaspadai gejolak ekonomi global yang saat ini bisa menekan perekonomian Indonesia. Menteri Keuangan Sri Mulyani pun menyoroti laju inflasi di tengah masa pemulihan ekonomi setelah pandemi Covid-19.

Pasalnya jika inflasi tinggi, banyak tekanan yang bisa menagganggu ekonomi nasional.

Baca Juga: Anugerahi Priyadarshni Academy, Menteri India: Airlangga Berhasil Menyeimbangkan Pemulihan Pandemi dan Ekonomi

"Berbagai negara menghadapi komplikasi pada saat ekonominya baru mulai akan pulih inflasinya sudah take over jauh lebih dominan," ujarnya dalam APBN KiTa, Kamis (23/9/2021).

Dia mencontohkan, negara yang ekonominya mengalami tekanan karena inflasi diantaranya, Korea Selatan (Korsel) dengan angka inflasi sebesar 2,6%. Kemudian, Brazil dengan angka inflasi hingga 8% yang menyebabkan suku bunga acuannya naik menjadi 5,25%.

Baca Juga: Dianugerahi Priyadarshni Academy Global Award, Menko Airlangga: Penghargaan Ini untuk Rakyat Indonesia

Selanjutnya, negara Rusia Rusia juga mengalami inflasi hingga 7% sehingga mempengaruhi kebijakan suku bunganya jadi meningkat di 6,5%. Bahkan, Turki, mengalami inflasi sebesar 19,25 persen yang membuat suku bunga acuannya tidak mungkin mengalami penurunan.

"Even Mexico dalam hal ini juga terlihat inflasinya ada mendekati 6 persen,” ungkapnya.

Sementara dari dalam negeri sendiri, lanjutnya, saat ini Bank Indonesia (BI) masih bisa menjaga inflasi di level 1,59%. Ia mengatakan BI berjanji untuk bisa mempertahankan inflasi pada level 3,5%.

Dia berharap, Indonesia dapat tetap menjaga inflasi sehingga komplikasi terjadinya pemulihan ekonomi yang terancam oleh inflasi dapat dihindari.

“Kita harapkan ekonomi Indonesia bisa memiliki pemulihan yang jauh lebih solid dan kemudian kuat yang memungkinkan masyarakat bisa mendapatkan kesempatan kerja dan pemulihan dari kesejahteraannya," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini