JAKARTA - Ribuan SPBU di Inggris tutup. Hal ini dikarenakan Inggris tengah dilanda krisis energi yang disebabkan karena meningkatnya harga gas alam dan tarif listrik sehingga membuat konsumen melakukan panic-buying di beberapa lokasi SPBU.
Petrol Retailers Association / Asosiasi Pengecer Bensin yang memiliki hampir 5.500 pom swasta mengatakan sekitar dua pertiga dari anggotanya telah menjual seluruh stok yang ada dengan sisa yang segera habis.
Ketua asosiasi Brian Madderson mengungkapkan bahwa kelangkaan ini terbentuk karena adanya panic buying alias perilaku konsumen membeli barang dalam jumlah banyak karena ketakutan akan suatu hal.
"(Sebenarnya) ada banyak jenis bahan bakar di negara ini, tapi memang hal itu salah bagi para pengendara," katanya kepada BBC, Senin, Jakarta, (27/9/2021).
Antrean panjang kendaraan mengular di depan SPBU akhir pekan lalu dan menimbulkan suasana yang tegang di antara konsumen.
Pengemudi kendaraan yang menunggu berjam-jam membuat saling cekcok hingga aparat Kepolisian turun tangan.
Kepolisian mendapat laporan adanya perkelahian antara pengemudi yang sedang antre di depan pom bensin. Seorang pria diamankan karena diduga melakukan penyerangan.