Menko Airlangga: Target Presiden, Tak Ada Lagi Kemiskinan Ekstrem di 2024

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 29 September 2021 15:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 29 320 2478756 menko-airlangga-target-presiden-tak-ada-lagi-kemiskinan-ekstrem-di-2024-FI2muO3ZNr.jpg Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sebut kemiskinan ditargetkan 0% pada 2024 (Foto: Kemenko Perekonomian)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Presiden memberi arahan untuk mempercepat penurunan kemiskinan ekstrem di Indonesia menjadi 0% pada 2024. Kementerian dan Lembaga telah melakukan pemetaan program-program yang relevan dalam upaya penanggulangan kemiskinan ekstream yang mencakup pengurangan beban pengeluaran, peningkatan pendapatan, dan program yang berfokus pada wilayah-wilayah kantong kemiskinan.

Baca Juga: Pemerintah Targetkan Rembang Lepas Kemiskinan Ekstrem di 2022

“Pemerintah sudah membuat Roadmap untuk mempercepat penuruan kemiskinan ekstream di Indonesia dan Presiden menargetkan angka kemiskinan ekstream menjadi 0% di 2024. Oleh karenanya perlu kolaborasi dan kerja extraordinary untuk mencapai target tersebut,” katanya, Rabu (29/9/2021).

Baca Juga: Berantas Kemiskinan, Ma'ruf Amin: Kuncinya Tepat Sasaran dan Berkelanjutan

Dia pun mengajak seluruh elemen bangsa bahu membahu membantu masyarakat yang kesulitan. Airlangga mengatakan seluruh elemen khususnya mereka yang menjadi pemenang di saat pandemi memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu masyarakat yang tengah kesulitan.

“Ini tanggung jawab sosial, masih banyak masyarakat kita yang perekonomiannya terbatas, sehingga bagi mereka yang menjadi winner itu jangan melupakan masyarakat tertinggal,” kata Airlangga.

Airlangga menekankan, Pandemi COVID-19 yang selama ini telah mengajarkan akan pentingnya kolaborasi harus diterapkan dari berbagai pihak yang memperoleh keuntungan besar. Airlangga mengajak semua pihak membuktikan komitmen untuk berkolaborasi agar Indonesia bisa betul-betul keluar dan pulih dari dampak Pandemi COVID-19.

“Dari penanganan COVID, lesson learn-nya jelas semua harus terbagi merata. Contoh vaksinasi kita konsepnya no one left behind until everyone save demikian pula bisa diterapkan di ekonomi,” ujarnya.

“Semua akan sejahtera kalau no one left behind dan bagi mereka yang left behind mari kita bantu bersama sama bukan hanya tugas pemerintah tapi tugas kita bersama,” sambung Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini